oleh

Stempel BPD di Maros Digandakan

Editor : doelbeckz-Daerah, Maros-

Kabid Pemdes Bantah Beri Arahan

MAROS, RAKYATSULSEL.CO – Sempat viral, kisruh antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan kepala desanya di Kabupaten Maros masih berjalan. Kini sang Ketua BPD yang berencana membuat laporan polisi.

Ketua BPD Labuaja Usman yang dilaporkan Kepala Desa Labuaja Asdar ke Polres Maros atas dugaan pencemaran nama baik, menemukan stempel BPD untuk kepentingan persuratan di kantor desa, digandakan.

Hal itu diketahui Usman saat mendengar desanya sudah menggelar rapat jelang penetapan APBDes 2020. Padahal, dirinya sebagai Ketua BPD yang harusnya menjadi pihak pengundang rapat, belum membuat surat apa-apa.

“Akhirnya, saya cek undangan untuk salah seorang warga. Stempel BPD yang dipakai lain. Sudah digandakan. Padahal saya baru mau siapkan undangannya,” beber Usman, diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (14/2).

Usman pun sedang menimbang apakah akan melaporkan persoalan tersebut ke pihak berwajib.

“Masih pikir-pikir. Yang jelas saya kuatir, stempel itu sudah digunakan juga untuk beberapa persuratan lain. Kecemasan saya lainnya adalah jangan sampai tanda tangan saya ikut dipalsukan. Mudah-mudahan tidak,” imbuhnya.

BPD Labuaja baru-baru ini, mengirim suratkepada Bupati Maros dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Maros. Aduan mengenai adanya penggandaan stempel dan permintaan pengecekan jangan sampai ada pemalsuan tanda tangan juga di berbagai dokumen. Namun, surat tersebut belum dibalas.

Sekretaris Desa Labuaja, M Rais, mengakui, memang ada penggandaan stempel BPD di desanya. Aparatur di kantor desa, kata dia, pun tahu. Namun, dia menyebut bahwa kepala desa juga hanya menjalankan petunjuk dari pihak pemerintah kabupaten (PMD) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Maros. “Pak kades disuruh ji juga,” timpal Rais.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Maros, Syamsul, saat dikonfirmasi wartawan mengakui, sempat memberi arahan kepada aparatur desa di Labuaja. Namun, bukan untuk penggandaan stempel.

“Bukan. Saya tidak arahkan langsung ke penggandaan. Saya bilang, usahakan dulu dapatkan ketuanya untuk membuat surat. Setelah itu, saya arahkan ke asosiasi pemerintah BPD se-Kabupaten Maros,” tutupnya. (****)