oleh

LL-Dikti Sulawesi Harap Kampus Berikan Beasiswa Lanjut Kuliah untuk Wartawan

Editor : any Ramadhani, Penulis : Suryadi-Megapolitan-

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO– Masih dalam suasana momentum Hari Pers Nasional diperingati setiap bulan Februari. Tentu saja berbagai harapan untuk kependulian nasib awak media akan lebih baik.

Dengan berbagai tugas dijalankan wartawan di lapangan sangat berat. Namun, bisa memeberikan dampak positif dan bisa juga dampak negatif.

Oleh sebab itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2DIKTI) Wilayah IX Sulawesi, Prof.Dr.  Jasruddin menginginkan agar kesejahteraan wartawan harus diperhatikan instansi perguruan tinggi di tanah air. Khususnya di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Saya minta kepada setiap perguruan tinggi (PT di lingkup Sulawesi LLDikti red) agar peduli terhadap nasib wartawan,” ujarnya.

Guru besar UNM ini pun menitipkan harapan kepada perguruan tinggi. Baik PTN atau PTS agar kiranya  menyiapkan kuota bagi wartawan untuk melanjutkan kuliah Magister (S2) di jenjang lebih tinggi.

Menurutnya, kuota tersebut bagian dari bantuan kampus untuk lebih menjalin mitra dengan media. Bagi dia, Perguruan tinggi tak akan bangkrut atau merugi jika menyiapkan peluang ke wartawan.

“Saya punya impian kalau bisa satu kampusbisa berikan beasiswa untuk wartawan lanjut kuliah S2. Hal ini agar wartawan berlian dan kembangkan kemampuan yang dimiliki. Saya yakin kampus tidaklah rugi,” harapanya, saat Launching Program e-Learning Unibos” bagi jajaran pimpinan fakultas dan dosen berlangsung di Aula Senat Rektorat Lantai 9 Universitas Bospwa Makassar, Jumat (14/2/2020).

Mantan Direktur PPs UNM ini menilai, profesi wartawan adalah mulia. Karena kerap memberitakan informasi yang hangat akan berdampak dalam kehidupan sosial masyarakat. Terlebih lagi pemberitaan wartawan juga sangat diharapkan mempublikasi kegiatan perguruan tinggi ke publik.

Dia juga meminta agar setiap perguruan tinggi agar terus menjalin keakraban dan komunikasi dengan awak media. Hal ini kata dia, sangat perlu karena saling berkalaborasi.

“Jika wartawan sendiri bisa mengguncang dunia. Komunikasi denga wartawan terus dijaga. Saya kalau di telpon wartawan saya jawab saja sesuai saya tau,” katanya. (*)