oleh

Golkar-NasDem “Cerai” di Lima Daerah

Editor : Lukman-HL, Pilkada-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Rivalitas Golkar dan NasDem akan tersaji pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 23 September nanti.

Lima daerah kedua parpol ini akan saling hadap-hadapan. Diantaranya Maros, Barru, Pangkep, Toraja Utara dan Luwu Utara.

Pilkada Maros, NasDem memastikan mengusung pasangan Harmil Mattotorang-Andi Ilham Najamuddin. Sementara Golkar menjagokan Amirullah Nur atau Tajerimin.

Di Barru, mandat partai besutan Surya Paloh ini diberikan kepada sang petahana, Suardi Saleh. Adapun Golkar bakal kembali mengusung rival Suardi Saleh di Pilkada 2015 lalu, Malkan Amin-Salahuddin Rum.

Sementara di Toraja Utara, NasDem telah memberikan rekomendasi kepada Yosia Rinto Kadang berpasangan dengan Yonathan Pasodung, sebagai calon wakil bupati. Golkar sendiri merekomendasikan tiga nama ke DPP. Ketiganya yakni, Yohanis Bassang (Ombas), Frederik Batti Sorring (FBS), dan Frederik Viktor Palimbong (FVP).

Rivalitas kedua partai ini diprediksi juga terjadi di Luwu Utara. Golkar bakal mengusung petahana, Indah Putri Indriani berpasangan Suaib Mansyur. NasDem sendiri disebut-sebut akan mengusung Thahar Rum. Sementara di Pangkep, tiket NasDem mengarah kepada Muhammad Yusran Lalogau (MYL), adapun tiket Golkar diprediksi menjadi milik Andi Ilham Zainuddin (AIZ).

Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH) mengatakan, proses penjaringan partai berlambang pohon beringin itu sudah memasuki etape akhir. Yakni, pengusulan nama-nama calon ke DPP.

Menurut NH, rekomendasi akan diberikan kepada kader atau figur lain yang memang berpotensi memenangkan Pilkada. “Kalau kita ingin menang tentu usung kader atau figur yang punya peluang memang. Begitu juga partai lain,” kata NH.

Ketua Tim Penjaringan Prtai Golkar, Kadir Halid mengatakan, figur yang namanya diusul ke DPP dilihat beberapa faktor. Menurutnya, nama-nama yang masuk dalam daftar Golkar sudah melalui berbagai tahapan. Diantaranya survei (aspek elektabilitas, popularitas dan akseptabilitas).

“Jadi kita sudah melalui berbagai tahapan, terkahir itu uji kompetensi serta komitmen ke partai. Beberapa hal ini menjadi alasan Golkar merilis figur yang diusung nantinya,” ujar Bappilu DPD I Golkar Sulsel tersebut.

Mantan anggota DPRD Sulsel itu menambahkan, bahwa Golkar juga melihat dari aspek kader. Jika kader berpotensi maka diusung. Oleh sebab itu, beberapa daerah kader menjadi prioritas.

“Dari sisi kapasilats dan kapabilitas sudah tentu ada beberapa figur calon petahana juga. Oleh karena itu, Golkar menilai yalak diusung kembali,” terangnya.

Menurutnya, dalam pilkada partai ingin menang, maka kawan bisa jadi lawan. Namun, yang penting bagi dia, calon yang akan diusung menjajaki koalisi dengan partai lain untuk memenangkan pertarungan.

“Koalisi sangat perlu untuk menambah kekuatan. Jadi, bagi figur yang mendapat rekomendasi nantinya maka harus kerja keras. Karena strategi memenangkan pilkada adalah kerjasama kerja keras,” terangnya.

Sekretaris Golkar Pangkep, Rahmat Nur mengakui jika NasDem Pangkep yang dulunya hanya memiliki dua kursi kini menggeser partainya. “Karena pertarungan Pileg lalu sangat keras,” ujarnya.

Adapun hubungan keluarga antara AIZ dan MYL, kata kata Rahmat bukan jadi masalah. “Ini adalah politik, pertarungan bisa terjadi demi mendapatkan kedudukan. Tidak ada masalah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BidangOrganisasi dan Kaderisasi (OKK) NasDem Sulsel, Tobo Hairuddin menegaskan, sosok calon yang telah diumumkan NasDem beberapa waktu lalu adalah figur yang punya peluang menang.

Menurutnya, alasan NasDem memilih figur yang diusung tidak melihat pada “isi tas” ataupun faktor lobi-lobi politik melainkan murni seleksi yang dibuktikan elektabilitas dan popularitas calon sesuai survei internal NasDem.

“Alasan NasDem mengusung calon sederhana, kami tak lihat mahar politik. Tentu pertama kami lihat survei juga basis calon di daerah yang dia maju, kemudian kader, serta komitmen ke NasDem,” jelasnya.

Tobo menegaskan, bahwa lima figur di daerah yang telah diumumkan ke publik memang murni kader yang dianggap berpotensi. Oleh sebab itu lanjut dia, siapapun partai yang mengusung calon di daerah tersebut maka NasDem akan menjadi lawan.

Bagi dia, NasDem punya hitungan tersendiri untuk menang di daerah itu. “Jangankan Golkar, kalau partai lain dorong kader kita lawan. Karena kita ingin menang, kecuali ada partai mau koalisi,” tuturnya.

Dia menambahkan, langkah yang dilakukan untuk memenangkan jagoan di Pilkada 2020 adalah memanfaatkan struktur partai, mulai tingkat atas hingga ranting. Termasuk melibatkan kader yang tidak menggelar Pilkada.

“Semua kader bekerja, ini strategi NasDem. Meskipun daerah yang tidak berpilkada, akan dikerahkan bergerak saling membantu sesama kader yang maju,” pungkasnya.

Juru Bicara DPD NasDem Pangkep, Abdul Kadir mengatakan, setelah partai besutan Surya Paloh ini menggeser suara Golkar sekaligus menggantikan posisi pimpinan DPRD menjadi penyemangat bagi kader untuk bisa bekerja lebih maksimal lagi. “Pileg kemarin menjadi motivasi kami memenangkan jagoan kami di Pilkada Pangkep,” katanya.

Ia juga tidak mempermasalahkan hubungan keluarga antara MYL dan AIZ. “Mereka kan bukan kader partai yang sama. Kita tidak lihat posisi itu (keluarga). Kita lihat kebijakan partai dan kita tidak bisa menolak perintah partai,” jelasnya.

Pengamat Politik Universitas Bosowa (Unibos), Arief Wicaksono menuturkan, rivalitas ditentukan oleh kapasitas dari masing-masing pihak dalam mengelola powernya. Termasuk dalam persaingan antara Golkar dan NasDem pada Pilkada mendatang.

“Melihat calon yang diusung tersebut, saya optimis jika rivalitas tersebut akan menghasilkan calon-calon pemimpin yang baik. Lagian juga Ketum NasDem (Surya Paloh) kan mantan Golkar juga, jadi pasti sudah paham bagaimana caranya mengalahkan Golkar,” ujarnya, Selasa (11/2/2020).

Apalagi, lanjut Arief, memang secara nasional, Golkar dan NasDem juga saling bersaing dalam hal perolehan kursi parlemen. “Yang dulu banyak Golkar, sekarang banyak NasDem. Kompetisi itu juga masuk ke ranah kompetisi eksekutif,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi sekarang khusus di wilayah Sulsel, Golkar terus dikejar oleh NasDem. “Malah Golkar sepertinya akan dikejar terus oleh NasDem, kita bisa lihat dari komposisi kursinya di parlemen,” ungkapnya. (RS)