oleh

Warga Enrekang Sampaikan Keluhan ke Legislator DPRD Sulsel

Editor : doelbeckz, Penulis : Armansyah-Legislatif, Politik-

ENREKANG, RAKYATSULSEL.CO – Anggota DPRD Provinsi Sulsel, H Saharuddin, menggelar reses dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Masa Sidang II 2019/2020 di empat lokasi berbeda di Kabupaten Enrekang, Selasa-Jumat (4-7/2) lalu.

Lokasi yang dijadikan temu konstituen, yaitu Desa Bungin di Kecamatan Bungin, Lingkungan Ula Batu di Kecamatan Malua, Desa Tongko, Kecamatan Baroko, dan Dusun Kampong Tangga, Kecamatan Enrekang.

Pada reses kali ini banyak keluhan yang disampaikan masyarakat kepada legislator yang terpilih dari Dapil 9 (Kabupaten Sidrap, Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Enrekang) mengenai masalah akses jalan usaha tani, bantuan alat pertanian, perbaikan irigasi, pengadaan bibit bagi petani, harga kopi yang anjlok kemudian kelangkaan pupuk serta akses jalan poros yang banyak mengalami kerusakan.

Seperti dikeluhkan masyarakat Bungin yang disampaikan langsung Camat Bungin, Sodikin, mengenai akses jalan utama, ada kurang lebih 15 Kilometer (Km) yang membutuhkan perhatian.

Kondisi yang sama juga dikeluhkan masyarakat di Lingkungan Ula Batu, Kecamatan Malua yang mayoritas masyarakat mengeluhkan bantuan pertanian. Meskipun mereka sudah sering mengajukan proposal permohonan, tetapi belum ada realisasinya.

Termasuk juga kebutuhan pompa sanchin untuk menunjang ketersedian air yang selama ini jadi persoalan, apalagi pada musim kemarau. Kemudian permohonan pemeliharaan jalan poros Malua-Bere yang dikeluhkan warga, Anto.

Akses jalan utama memang masih banyak dikeluhkan sebagian masyarakat, Seperti yang disampaikan Kepala Desa Tallu Bamba, Abd Mu’min yang hadir dalam kegiatan reses yang berlangsung di Dusun Kampong Tangga, Kecamatan Enrekang.

“Belum adanya bentuk perhatian, baik itu pemeliharaan atau perbaikan terhadap akses jalan poros Malauwwe–Surakan dalam kurun waktu berapa tahun ini,” terangnya.

Hal yang berbeda disampaikan masyarakat yang ada di Desa Baroko. Dimana masyarakat lebih mengeluhkan kelangkaan pupuk dan harga kopi yang anjlok.

“Bagaimana mungkin kita masyarakat petani yang di Kecamatan Baroko sebagai salah satudaerah penghasil sayur mayur, tetapi jatah pupuk kita sedikit. Sayurta’ sudah sampai di Kalimantan, tapi iya tee pupuk aja watang ia (tapi ini pupuk sangat sulit diperoleh),” beber Syukur dalam Bahasa Duri.

Kepala Desa Baroko, Muslimin, mengakui, kelangkaan pupuk memang menjadi kendala besar yang selalu dihadapi petani selama ini dan hal itu bukan hanya terjadi di Kecamatan Baroko, tetapi di Kecamatan Masalle.

“Satu lagi Pak Dewan mohon juga dicarikan solusi untuk mengantisipasi harga kopi yang anjlok pada saat musim panen tiba. Ke depan kita berharap Kecamatan Baroko bisa setara dengan beberapa kecamatan yang ada di Enrekang,” ucapnya.

Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat selama reses di Enrekang, Saharuddin mengatakan, semua aspirasi masyarakat tentunya akan ditampung dan disampaikan ke DPRD Provinsi Sulsel.

“Aspirasi dari masyarakat kita serap dan nantinya akan di perjuangkan sebagai salah satu tugas dari wakil rakyat. Tidak menutup kemungkinan nantinya akan dibawa saat rapat pembahasan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait soal permasalahan yang ditemukan di lapangan,” terang Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Provinsi Sulsel ini, Minggu (9/2).

Saharuddin berharap apa yang menjadi keluhan dan menjadi permasalahan saat ditemukan di masyarakat bisa teratasi.

“Masukan dan keluhan dari masyarakat yang berkaitan langsung dengan Komisi B (Komisi B DPRD Provinsi Sulsel) akan saya prioritaskan, yang di luar komisi yang saya bidangi nanti dikoordinasikan dengan dinas terkait,” ujar anggota Komisi B DPRD Provinsi Sulsel ini.

“Harapannya begitu agar semua aspirasi masyarakat nanti bisa cepat diakomodir dinas terkait dan yang namanya untuk kepentingan masyarakat banyak itu pasti akan kami perjuangkan,” tambah H Saka, sapaan akrab Saharuddin. (****)