oleh

Optimis Gandeng Lima Partai, Prof Akbar Silo Tepis Wacana Kotak Kosong di Pilkada Selayar

Editor : any Ramadhani, Penulis : Suryadi-Selayar-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO  РCalon Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Prof Akabar Silo semakin percaya diri untuk melenggang ke panggung politik pilkada Selayar 23 September 2020 ini.

Guru besar Umiversitas Cenderwasih Papua itu mengatakan jika dirinya selama ini sudah mendaftara di 8 parpol dan mengikuti proses yang ditetapkan sesuai ketentuan partai. Bahkan kini masih ikut proses sebagaian parpol.

“Saya sudah daftar di 8 partai, saya insentif sudah lakukan komunikasi. Tentu bukan hanya daftar saja, tapi mekanisme dan proses sesuai ketentuan, saya hargai dan ikuti,” ujarnya, saat ditemui di salah satu caffe di Jl. Faisal Makassar, Jumat (31/1/2020).

Merujuk pada proses yang dia lakukan di 8 partai tersebut. Guru besar Uncen ini punya target dan hitungan sebagai planing nantinya.

Lanjut dia, target yang dicapai yakni mengupayakan mendapat lima parpol sebagai tiket untuk maju sebagai calon penantang petahana  di daerah tersebut.

“Dari 8 parpol saya daftar. Tentu saya target 5 parpol, dan saya terus bergerak. Soal rekomendasi parpol, kita masih menunggu proses berjalan. Saya rutin komunilasi dengan elit partai di DPD, DPW dan DPP,” katanya.

Dengan demikian dia mengatakan tak mau mengklaim partai yang akan dikenderai. Menurutnya, selama partai masih berproses dengan tahapan belum bisa mengklaim partai mana saja.

“Jadi, soal ada orang klaim partai A atau B, silahkan saja. Saya juga klaim tapi tak ekspos. Kena? dia klaimdia lakukan komunikasi politik. Sedangkan, saat ini belum ada partai tentukan pilihan. Bergening pasangam masih berlangsung,” jelasnya.

Menanggapi adanya salah satu pengurus DPD Golkar Sulsel yang juga orang dekat calon Petahana Basli Ali di Selayar, anggapan akan ada petahana vs kotak kpsong di pilkada Selayar 2020. Ditanggapi santai oleh Prof. Akbar Silo.

Dia menegaskan bahwa apapun upaya dilakukan petahana dan timnya tidak bosa merubah keadaan. Bahkan sangat sulit untuk mimpikan melawan kotak kosong di pilkada Selayar 2020.

“Perjuangan belum selesai, jangan ada mimpi melawan kotak kosong. Kita masih berjuang,” tegasnya.

“Calon petahana basis kuat? Saya punya strategi khusus untuk melawan. Maka saya belum buka langkah yang saya lakukan. Yang jelas saya punya strategi,” sambung dia.

Dikatakan, dari 11 Kecamatan di Selayar, dirinya bersama Calon Wakil Deg Marola ditemani tim sudah melakukan door to door serta sosialisasi ke berbagai pelosok.

Niatnya memperbaiki Selayar kata dia, mulai dari berbagai aspek. Termasuk hal urgensi yaitu perlu dibenahi, perbaiki demokrasi, tata kelolah ekonomi dan kondisi politik di daerah itu.

“Dari 11 kecamatam di Selayar tim bergerak. Kami efektif maret 2019 lalu, sudah bergerak masif. Gunakan door to door. Kita ingin benahi demokrasi, tata kelola ekonomi dan politik,” pungkasnya.¬†(*)