oleh

Lewat Gerakan Cinta Air Bersih, PDAM Libatkan RT/RW Jadi Penyambung Informasi Keluhan Pelanggan

Niar and Yanti-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, RAKYATSULSEL.CO- Managemen PDAM Kota Parepare terus berbenah dalam memberikan pelayanan air bersih, baik secara kuantitas maupun kualitas. 

Direktur PDAM, Andi Firdaus Djollong menguraikan, melalui Gerakan Cinta Air Bersih, sedikitnya empat fungsi PDAM yang akan diberlakukan.

Fungsi pertama, yakni mengontrol keluhan dan informasi terkait pelayanan air bersih di kalangan masyarakat dengan melibatkan RT dan RW.

“Misalnya ada pipa bocor, ada keterwakilan RT/RW yang kita tunjuk untuk menginformasikan keluhan warga dan langsung kita tangani,” ujar Firdaus Djollong. 

Fungsi kedua, dengan menyosialisasikan kepada ibu-ibu rumah tangga agar dapat menggunakan air secara bijak.

“Kita ajak lindungi mata air sebelum berubah menjadi air mata,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Parepare ini.  

Fungsi ketiga, PDAM Parepare juga akan mengampanyekan pengurangan sampah plastik.  

Fungsi keempat, pembuatan zona air minum prima yang disiapkan di titik-titik pelayanan publik yang dapat dinikmati secara gratis.

“Kami rencana melakukan pembuatan zona air minum prima di beberapa tempat. Ini butuh kajian mendalam karena biayanya besar. Kita berpikir menggandeng siapa dan pembiayaan siapa supaya proses dari konsep ini bisa berjalan, seperti di Kota Semarang,” sebut Firdaus.

Selain menyediakan air minum gratis di titik pelayanan publik, PDAM juga dapat mewujudkan fungsi ketiga terkait pengurangan sampah plastik.

“Modelnya kan ada keran, kita siapkan air minum, warga bisa pakai untuk minum gratis, tinggal putar kerannya. Kita akan coba lakukan jika sudah tidak ada lagi pelanggan yang mengeluh terhadap penyediaan air bersih. Kita perhitungkan Insya Allah di 2022. Kita optimis jika reservoar kita cukup, maka tidak ada lagi istilah musim kemarau,” beber mantan politisi PAN ini.

Pihaknya juga kata dia, akan meminta kepada pihak pemerintah kota agar layanan Call Centre 112 dapat diintegrasikan dengan aduan PDAM.

“Call center 112 bisa kita libatkan dengan PDAM, supaya kru bergerak cepat yang sudah stand by di 4 kecamatan dalam mengatasi keluhan warga,” terangnya. (*)