oleh

Perburuan Tiket Parpol Makin Sengit

Editor : Lukman-HL, Pilkada-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Mandat parpol masih menjadi perburuan sengit antarkandidat calon kepala daerah. Posisi aman memihak petahana, sementara tiket cakada penantang relatif mengambang.

Potensi paling kompetitif patut dialamatkan di Pilkada Makassar. Hingga Januari ini, tidak satupun kandidat yang bisa meraih mulus rekomendasi usungan/dukungan parpol. Potret sama terjadi di Pilkada Bulukumba, Pangkep, dan Barru.

Optimisme bakal mampu mengamankan tiket koalisi dinyatakan empat figur populer di Pilwali Makassar. Yakni Danny Pamanto, Syamsu Rizal, Irman Yasin Limpo dan Munafri Arifuddin. PDIP, Golkar, NasDem dan PPP menguat bakal memberikan dukungan berbeda sekaligus menjadi parpol utama bagi keempat kandidat tersebut.

Bakal calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, mengatakan komunikasi intens terus dijajaki dengan elit parpol terutama peraih kursi di DPRD Makassar. “Saya sangat yakin bisa mengamankan tiket koalisi untuk pemenuhan pengusungan pasangan calon,” ujarnya.

Strategi aman cenderung dianut DP untuk koalisi parpol. Meski mendaftar di banyak parpol, tapi cakada berprofesi arsitek ini memprediksi dukungan resmi parpol untuknya tidak begitu gemuk. “Artinya, cukup pintu dan aman. Tidak usah telalu banyak,” katanya.

Kans rekomendasi mengarah DP patut dialamatkan dari PDIP, NasDem dan beberapa parpol lainnya. Tapi itu tidak mudah karena sinyal prasyarat lebih awal diparpok parpol-parpol.Diantaranya syarat menggandeng kader dan garansi tambahan parpol koalisi. PDIP diketahui menyodorkan salah satu kader terbaiknya, Yaqkin Padjalangi sebagai pendamping Danny.

Rival Danny Pomanto, Syamsu Rizal mengaku terus melakukan pendekatan dengan seluruh partai. “Yang jelas kita komunikasi dan pendekatan terus ke partai,” ucap Deng Ical–sapaan akrabnya.

Deng Ical meyakini semua partai akan memberikan isyarat positif kepada dirinya. Namun, dirinya lagi-lagi enggan menargetkan jumlah partai yang akan dikunci untuk dijadikan kendaraan di Pilwalkot.

“Semua (partai) yang didaftarkan kita harap bisa (digaet). Setidaknya memenuhi syarat usungan,” kata mantan Wakil Wali Kota Makassar periode 2014-2019 ini.

Namun, Deng Ical mengklaim jumlah kursi yang dipersyaratkan penyelenggara untuk diusung telah melampaui target. “Kalau itu (syarat dukungan partai) lewatmi. Insya Allah aman,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Deng Ical, patut dialamatkan dari Partai Golkar dan PKB. Deng Ical sendiri adalah kader Partai Golkar, sementara PKB jauh hari telah menyatakan akan mengusung mantan Politisi Partai Demokrat tersebut.

Meski kedua partai itu bergabung, namun syarat untuk mengusung jagoan belum terpenuhi. Golkar diketahui hanya memiliki lima kursi di DPRD Makassar, sementara PKB hanya satu kursi. Adapun syarat untuk mengusung calon yakni 10 kursi.

Bakal calon Wali Kota Makassar lainnya, Irman Yasin Limpo memilih calm atau tenang-tenang saja. None–sapaan akrab Irman Yasin Limpo mengaku hanya mengikuti mekanisme partai politik sesuai tahapannya. Ia memberikan kuasa penuh kepada parpol untuk melakukan penilaian terhadap dirinya tanpa harus mendatangi secara langsung.

“Kalau saya hanya mengikuti tahapan saja. Kalau ada partai yang membuka penjaringan saya daftar,” beber None, Senin (13/1).

“Kalau datang langsung ke partai untuk sowan dan segala macam saya tidak pernah. Normal-normal saja yang saya lakukan,” sambungnya.

Disampaikan mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini bahwa ia tidak ingin membegal partai, None ingin mengikuti proses demokrasi secara sehat dan membiarkan parpol melirik dirinya dengan sendirinya.

“Kita serahkan sepenuhnya ke partai. Saya tidak mau membegal partai, makanya saya ikut saja sesuai alurnya. Kita juga ingin memperlihatkan proses demokrasi yang baik kepada masyarakat,” kata None.

Meski begitu, None yang juga mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengambangan Daerah (Balitbangda) Sulsel ini akan membuka komunikasi jika ada parpol yang mengajaknya bertemu. Begitupun dengan kandidat atau figur lainnya yang akan maju.

“Kalau diundang saya akan datang, kalau ada buka komunikasi pasti kita buka komunikasi. Saya lihat partai juga baik-baik beberapa sudahmenghubungi saya,” bebernya.

Diketahui, None diwacanakan akan diusung oleh Partai NasDem. Hubungannya dengan pengurus NasDem utamanya Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulsel Rusdi Masse sangat baik. Apalagi sang kakak, Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian) saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan NasDem.

Selain NasDem, dukungan kepada None juga dialamatkan datang dari Partai Amanat Nasional (PAN). PAN diketahui pernah mengusung None di Pilwakot Makassar tahun 2013 lalu.

Perebutan sengit meraih tiket parpol juga terjadi di Pilkada Bulukumba. Belum ada satupun kandidat yang dipastikan aman melenggang. Partai NasDem disebut-sebut bakal memberikan rekomendasinya ke Tomy Satria Yulianto yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Bulukumba.

Hanya saja, raihan kursi NasDem belum cukup untuk mengantarkan Tomy mendaftar di KPU setempat.

Sementara itu, bakal calon Bupati Bulukumba lainnya, Askar HL mengklaim sudah mengantongi rekomendasi PPP sebagai bekal awal. Kini tinggal mendekati parpol lain untuk bisa menambah kekuatan.

Sejauh ini, H Askar HL menjadi bacabup pertama yang dipastikan memiliki kendaraan partai. Askar HL sekaligus menjadi figur pertama yang hampir pasti bertarung pada Pilkada Bulukumba yang akan dihelat pada 23 September 2020 mendatang.

PPP memiliki enam kursi di DPRD Bulukumba. Artinya, Askar HL kini butuh rekomendasi dengan minimal dua kursi sebagai syarat tahapan pendaftaran bakal calon di KPU Bulukumba. “Saya harus lobi teman-teman parpol lain,” ujarnya, Senin (13/1/2019).

Salah satu yang ditawarkan ke parpol yakni membesarkan partai yang bersangkutan jika kelak terpilih nantinya. “Pendekatan kita adalah akan mengakomodir kepentingam partai,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki, sudah mengantongi surat tugas dari DPP PAN untuk bertarung di Pilkada. Meski demikian, ia mengaku realistis dan tidak ngotot untuk berada di posisi kosong satu.

Andi Zulkarnain mengungkapkan, dalam surat tugas yang diberikan kepadanya, ia diminta untuk mencukupkan kursi koalisi, dan mendapatkan pasangan. Beberapa figur telah ia ajak berkomunikasi. Seperti Muhammad Ramli Lantara, Askar HL, Syahruni, Jamaluddin M Syamsir, dan beberapa kandidat lain.

Di Pilkada Pangkep, beberapa figur yang dianggap berpeluang melaju yakni Andi Ilham Zainuddin (AIZ), Muhammad Yusran Lologau (MYL), Rahman Assegaf serta Syahban Sammana.

Meski ada dua parpol, NasDem dan Golkar bisa mengusung calon tanpa koalisi, namun hingga saat ini keduanya belum mengeluarkan surat rekomendasi. Meski belum pasti, namun rekomendasi Partai NasDem dialamatkan kepada MYL. Sementara Golkar untuk AIZ. Syahban Sammana yang masih menjabat Wakil Bupati Pangkep mengincar kursi PDIP.

Adapun Rahman Assegaf selain Berkarya, juga mengincar PAN, PPP, Demokrat, PKS dan PKB. “Kalau sejauh ini kita tetap melakukan komunikasi dengan beberapa partai senafas dengan kita. Kursi sama. Kalau kita hitung-hitung sudah cukup (untuk mengusung),” jelasnya.

Adapun daerah yang tergolong aman dalam perebutan rekomendasi parpol yakni di Pilkada Gowa, Soppeng, Selayar, Luwu Utara, Luwu Timur, Maros, Toraja, Toraja Utara. Daerah ini didominasi petahana.

Rekomendasi usungan untuk petahan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dialamatkan datang dari PKB, PPP, PAN, Demokrat dan PDIP. Kemudian petahan Soppeng, Kaswadi Razak hampir pasti mengunci tiket Partai Golkar.

Adapun petahana Selayar, Basli Ali juga hampir pasti diusung Partai Golkar dan partai lainnya. Begitupun di Luwu Utara (Indah Putri Indriani), Luwu Timur (Thoriq Husler). Sementara di Maros, pasangan Chaidir Syam-Suhartina Bohari telah mengunci tiket PAN dan PBB. (RS)