oleh

Kaji Motor RT, DPRD Barru Pertemukan Bakormas dan Kepala Desa

Editor : doelbeckz-Barru, Daerah-

BARRU, RAKYATSULSEL.CO – Badan Kordinator Mahasiswa (Bakormas) Rumah Aspirasi Indonesia difasilitasi DPRD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BPMD Barru dan Kepala desa se-Kabupaten Barru, Rabu (4/12).

Forum dengar pendapat ini dimulai pada pukul 14.00 WITA yang dipimpin Komisi I DPRD Barru membahas tentang pengadaan motor RT (Rukun Tetangga) yang dianggarkan desa. Turut dihadiri juga perwakilan Inspektorat.

Sebelumnya, Bakormas menyatakan sikap pengadaan motor RT tersebut tidak sesuai dengan regulasi yang ada.

“Yah kan sudah jelas, dalam permendagri Nomor 1 tahun 2016, bahwa aset desa untuk RT tidak dibolehkan untuk kendaraan bermotor,” kata Farid, Ketua Bakormas.

Farid mengatakan, ada yang aneh dalam program tersebut, kenapa seluruh desa merencakan pengadaan motor RT secara serentak di Barru dan juga surat balasan bupati dari Kemendagri melenceng dari landasan hukumnya sendiri.

Hal ini diluruskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPMD, Jamal. Menurutnya, pengadaan motor RT tersebut sudah dikaji TP4D, Inspektorat, dan juga sudah ada jawaban Kemendagri dari surat bupati terkait regulasi pengadaan motorRT di Barru.

Selama hampir dua jam forum berlangsung, Bakormas dan juga BPMD masih terus mengkaji dan berdebat terkait regulasi aset desa yang peruntukannya untuk RT.

Tak kunjung mendapatkan titik temu antara Bakormas dan BPMD, pihak DPRD mengambil kesimpulan untuk mengaudit seluruh desa, sesuai aturan yang berlaku.

“Jadi kami DPRD akan menyurat ke Bupati, untuk memerintahkan inspektorat untuk mengaudit desa di Barru yang menganggarkan motor untuk RT tersebut, adapun hasilnya nanti, kami akan sampaikan ke pihak Bakormas sendiri,” ucap H Arifai, anggota Komisi I DPRD Barru.

Pernyataan usulan anggota DPRD incumbent ini, diterima baik Bakormas, BPMD, dan seluruh kepala desa yang hadir (****)