oleh

Sri Rahmi Soroti Setoran Deviden Perusda Agrobisnis

Editor : Muhammad Alief, Penulis : Suryadi-Anggaran, Ekonomi & Bisnis, Keuangan, Legislatif, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Perusda yang berdiri sejak 2003 ini menjadi sorotan keras srikandi PKS, Sri Rahmi, saat rapat pembahasan RAPBD 2020 di ruang rapat komisi C, Selasa (26/11) malam.

Dalam pembahasan tersebut, Sri Rahmi mempertanyakan deviden perusda Agribisnis, yang sejak berdirinya di tahun 2003 hingga saat ini, hanya menyetorkan Rp90.796.995 ke Pemprov, sementara investasi penyertaan modal Pemprov, ke perusda tersebut, eksisting per Oktober 2019 sebesar Rp10.475.000.000 .

“Ini berarti, pemprov cuma dapat deviden 0,86% dari investasinya yang 10 M lebih itu dengan investasi selama 16 tahun. Perusahaan seperti apa ini? Sama sekali tidak sehat. Belum lagi jenis usaha dari perusda ini, tidak jelas. Masa’ namanya Perusda Agribisnis tapi yang urus hanya rumput laut? Padahal potensi agro kita di Sulsel sangat besar kalau mau dikelola serius,” kata Sri Rahmi.

Politisi PKS itu meminta kepada Dirut Perusda Agribisnis agar menyerahkan hasil audit Kantor Akuntan Publik perusda tersebut, demikianjuga dengan perda yang mendasari pendirian perusda ini.

“Dari perda itu, kita dapat informasi seperti apa core bisnis perusda tersebut. Apakah dia dirikan hanya untuk ngurus rumput laut? Dan apakah model usahanya seperti lembaga permodalan atau revolving fund atau seperti apa?,” terangnya.

Komisi C akan menjadwalkan khusus dalam rapat kerja evaluasi perusda. Bahkan ada tambahan penyertaan modal 7 M di 2016, tapi menurut laporan dirutnya, 2017 mengalami kerugian.

“Ini perusda harus dievaluasi serius, kalau hasil evaluasi menyimpulkan haris dimerger, kita merger, atau dihapuskan sama sekali ataukah melakukan perbaikan manajmen dengan mengganti pengelolanya,” tegasnya.