oleh

Nadal Adalah Petenis Putra Tertua Yang Jadi No 1 Dunia di Akhir Tahun

Editor : Sofyan Basri-Berita, Nasional, Olahraga-

JAKARTA, RAKYATSULSEL.CO – Rafael Nadal kembali merengkuh kemenangan gilang-gemilang dalam laga pemungkas grup Bjorn Borg pada ATP Finals 2019 (16/11).

Sayang, kemenangan itu tak mampu membawanya lolos ke semifinal turnamen penutup musim tersebut. Meski begitu, Nadal tetap membawa pulang trofi besar dari London. Sebab, posisinya sebagai ranking pertama dunia tak tergoyahkan lagi.

Kisah kemenangan atas debutan ATP Finals 2019 Stefanos Tsitsipas hampir sama dengan drama ketika Nadal menaklukkan Daniil Medvedev tiga hari lalu. Kehilangan set pertama, pengoleksi 19 gelar grand slam tersebut bangkit di dua set berikutnya.

Kemenangan 6(4)-7(7), 6-4, 7-5 sempat membuka peluang Nadal melaju ke semifinal. Namun, kemenangan Alexander Zverev atas Daniil Medvedev di grup yang sama membuat Nadal kalah secara agregat.

Beruntung, Nadal tak harus pulang dari London dengan tangan kosong. Di lapangan yang sama, 02 Arena, ATP menyerahkan trofi penghargaan kepada Nadal sebagai petenis nomor satu dunia di akhir musim 2019.

’’Meraih trofi ini sama sekali tak terduga olehku sebelumnya. Sangat emosional,’’ tutur Nadal sebagaimana dilansir AP.

Dengan usianya 33 tahun, Nadaladalah petenis putra tertua yang mampu menyegel peringkat pertama dunia pada akhir tahun. Yang lebih luar biasa, itu didapat sebelas tahun setelah kali pertama mencapai puncak ranking ATP pada 2008.

’’Aku tidak tahu ada orang lain yang pernah mencatatkan rekor yang sama. Tetapi, ini benar-benar sulit diraih. Sebab, sebelas tahun untuk bisa sampai yang kelima rasanya sangat lama,’’ tandasnya.

Kini Nadal hanya berjarak satu kali lagi ranking pertama dunia pada akhir tahun untuk menyamai rekor Pete Sampras.

Namun, bukan hanya dia yang punya rekor lima kali ranking pertama. Tetapi, ada juga Djokovic dan Federer. ’’Trofi ini adalah hasil kerja kerasku sepanjang tahun,’’ kata Nadal sebagaimana dikutip ATP Tour. (jpg)