oleh

Pertumbuhan Kredit Melambat, BI Turunkan Suku Bunga

Editor : Sofyan Basri, Penulis : Irawati-Berita, Ekonomi & Bisnis, Perbankan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pertumbuhan penyaluran kredit berjalan masih melambat September 2019.

Secara tahunan, Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran yang diperoleh hanya tumbuh 7,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tumbuh sekitar 11,75 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Juda Agung mengatakan perlambatan penyaluran kredit ini terutama terjadi pada segmen korporasi. Meski demikian, kredit infrastruktur dan UMKM tercatat masih meningkat.

“Memang ada kecenderungan menurun tapi masih ada pada level yang tinggi. Daya beli masyarakat juga masih terjaga, cerminannya dengan konsumsi diatas 5 persen,” kata Juda pada kegiatan seminar BI-ISEI-LPS di Hotel The Rinra, Rabu (13/11) kemarin.

Ia mengaku pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk mencegah perlambatan tersebut.

“BI secara rutin melakukan survey kepada sejumlah dunia usaha, rumah tangga, dan perbankan untuk melihat perilaku mereka dalam konteks pemberian kredit, ekspektasi konsumen terhadap perekonomian ke depan, ekspektasi penghasilan mereka dan sebaginya,” jelasnya.

“Ini semua digunakan untuk mengambil keputusan. Jika menunjukkan perkonomian melambat maka kami akan melakukan langkah-langkah agar mencegah tersebut,” tambahnya.

Selain itu, kata Juda, BI telah mengeluarkan kebijakan terkini dalam menghadapi perlambatan ekonomi yaitu kebijakan moneter berupa penurunan suku bunga acuan yang telah dilakukan sebanyak empat kali sebesar 100 basis point sejak Juli hingga Oktober 2019.

Selain itu, penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk Bank Umum Konvensional danBank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah. Kata dia, kebijakan makroprudensial berupa pelonggaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), melonggarkan LTV properti dan uang muka kendaraan.

“Ini semua tujuannya agar dari sisi permintaan kita dorong, dari sisi suplai perbankannya juga kita dorong. Agar mereka mau memberikan kredit,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Persiapan Penyelenggaraan Program Restrukturisasi Perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Budi Santoso mengatakan penurunan suku bunga tidak berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.

“Orang tetap saja menabung di bank walaupun suku bunganya turun sedikit. Jadi tidak mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap perbankan justru dengan bunga turun, kreditnya juga akan turun sehingga sektor ini bisa meningkat,” kata Budi.

Berdasarkan data sementara penyaluran kredit yang dirangkum BI, ia mengaku sektor konstruksi memberikan sumbangsih paling besar dengan pertumbuhan 26.27 persen per September 2019 ini. Dengan demikian kontribusi sektor ini sebesar 1,49 persen.

“Sementara yang paling rendah berasal dari sektor pertambangan yang tumbuh hanya 5,44 persen dengan kontribusi-0,15 persen,” pungkasnya. (*)