oleh

Parpol Jangan PHP

Editor : Lukman-HL, Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Hampir semua partai politik (Parpol) mulai membuka penjaringan bakal calon kepala daerah yang akan diusung pada Pilkada serentak 2020.

Meski saling memuji saat pendaftaran, parpol belum tentu memberikan SK usungan. Bahkan tak sedikiti parpol memberi harapan ke kandidat yang mendaftar. Namun harapan itu bisa saja hanyalah harapan palsu alias PHP karena pada akhirnya mengusung kandidat lain.

Ketua Golkar Sulsel, Nurdin Halid menegaskan, tetap terbuka kepada semua kandidat. “Kalau sudah sesuai dan lolos syarat tentu kita dorong apalagi itu kader. Tetapi tetap ada namanya hak diskresi yang berlaku di dalam internal partai,” katanya.

Mantan Ketua Kosgoro itu menjelaskan, hak diskresi dikeluarkan setelah ada hasil assesment dari tim. Kendati demikian penentuan hak diskresi itu adalah hak pimpinan partai, bila bakal calon dari eksternal Golkar punya potensi besar untuk menang, kenapa tidak ini dijalankan.

“Tetap ada syaratnya bila bukan dari internal partai. Mereka akan diminta keseriusan tidak hanya mengendarai tapi membesarkan nama partai. Selain itu ada benefit politik yang masih berlaku dalam hal itu sudah diatur pada juklak partai,” jelasnya.

Ketua Tim Desk Pilkada Golkar Sulsel, Kadir Halid mengatakan, pada tanggal 28 Oktober akan melakukan tes wawancara kepada 96 kandidat yang mendaftar di Golkar pada 12 daerah. “Tes wawancaranya selama 10 hari,” katanya.

Kemudian tes psokologi akan bekerja sama dengan Universitas Negeri Makassar (UNM). “Lanjut tes uji kompetensi yang didalamnya akan hadir tujuh akademisi dari berbagai latar belakang. Seperti ahli pemerintahan, hukum, pablik dan ekonomi. Setelah itu difinalkan menjadi tiga nama. Sedangkan daerah yang hanya satu pendaftar seperti Luwu dan Selayar akan disesuaikan,” pungkasnya.

Sekretaris PDIP Sulsel, Rudi Pieter Gony (RPG) menyebutkan, nama-nama kandidat yang mendaftar sudah disampaikan ke DPP. Selanjutnya akan dilakukan surveyi pada akhir Oktober ini.

“Pasca wawancara nama-nama sudah dikirim ke DPP kemudian akan disurvei oleh DPD dan tim desk Pilkada,” ujarnya.

Anggota DPRD Sulsel dua periode itu mengatakan, selain nama eksternal, pihaknya juga menyiapkan kader internal yang kemudian ditawarkan kepada calon-calon yang namanya masuk tahapan survei.

“Kita sudah patenkan beberapa nama untuk survei. Kami juga siapkan kader internal PDIP untuk menjadi pertimbangan bagi calon yang kami usung nantinya,” terang Rudy.

Menurutnya, para calon kepala daerah memiliki peluang yang sama. Hanya saja sudah ditentukan tim penjaringan seusai hasil wawancara bulan lalu. “Peluang semua calon sama. Hanya sudah ada beberapa komitmen dibangun pasca wawancara, ada nama-nama bisa rangkum oleh tim setiap kabupaten/kota,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PKS Makassar, Anwar Faruq mengatakan, tahapan penjaringan saat ini sudah berada proses pengembalian formulir pendaftaran. Setelah itu, semua figur yang mengembalikan akan diberikan kesempatan bersosialisasi ke masyarakat hingga 14 November.

“Jadi, kita ingin kandidat yang mengembalikan formulir untuk bersosialisasi. Tujuannya, dikenal masyarakat karena kita juga akan lakukan survei internal,” ucap Anwar.

Tahapan selanjutnya, kata Anwar, pihaknya akan melaksanakan fit and proper tes di awal Desember, tepatnya 1-7 Desember. Hasil dari kegiatan survei internal dan fit and propert tes, akan menjadi acuan DPD PKS Makassar melanjutkan ke tingkat Provinsi atau DPW.

“Nah, hasil dari DPW itu akan dilanjut ke pusat. Kemudian, DPP akan turunkan SK pengusungannya,” ujarnya.

Anwar menjelaskan, SK usungan ke kandidattidak serta merta diberikan ke figur. Ada syarat yang mesti dilewati atau dicapai oleh bakal calon, seperti tingkat elektabilitas dan popularitas.

“Namun yang paling penting, usungan diberikan kepada kandidat yang sesuai visi dan misi PKS. Tidak hanya itu, kita lihat apa yang diberikan kandidat ke masyarakat,” tandasnya.

Ketua Penjaringan Gerindra Makassar, Amiruddin, menjelaskan, tahapan proses penjaringan terkait Pilwalkot Makassar baru dibuka dua hari. Berdasarkan jadwal, proses pengambilan dan pengembalian formulir berlangsung hingga 2 November.

“Setelah itu, masuk pada tahapan agenda fit and propert tes. Kemudian, akan dilakukan survei internal, lalu hasilnya diteruskan ke provinsi dan pusat,” ucap Amiruddin.

Kata Amiruddin, pihaknya berharap usungan Gerindra bisa diserahkan ke kader partai kemudian dipasangkan dengan partai lain. Salah satu kader menyatakan ingin maju yakni, Andre Arief Bulu. Meski begitu, Gerindra merupakan partai yang terbuka untuk semua warga yang bergabung.

“Yang jelas, figur eksternal yang diusung harus sesuai visi dan misi Gerindra untuk kemajuan Kota Makassar,” ucapnya.

Terpisah, Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sukri Tamma mengatakan, sikap politik dengan saling memuji kerap dilakoni oleh seluruh partai politik. “Bahasa terkait pujian melalui komunikasi itu bagian dari strategi. Artinya, dengan melontarkan pujian baik parpol atau kandidat sebenarnya ada maksud tertentu,” ungkap Sukri, Minggu (13/10).

Lanjut dosen Fisip Unhas ini, ada dua kemungkinan dari maksud pujian yang dilontarkan pelakon politik, apalagi kondisi jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada). Pertama, kandidat atau parpol memuji seseorang lantaran indikasi bahwa figur itu yang disukai atau disenangi.

“Kedua, bisa juga maknanya sebagai penanda seseorang itu yang dibutuhkan partai atau sebaliknya. Ketiga, saling puji itu etika politik seorang politikus,” ucapnya.

Sehingga, kata Sukri, dalam politik segala hal mungkin terjadi. Justru, apabila parpol tidak pernah menunjukkan komunikasi atau isyarat kesukaan ke kandidat lalu kemudian ternyata figur itu yang dibutuhkan parpol maka akan terjadi boomerang.

“Jadi, pada intinya saling puji itu wajar. Apalagi dalam politik yang menjadi utama adalah kepentingan, sejauh kepentingan itu sejalan kita bareng kalau tidak ya tidak,” jelasnya.

“Karena pengantar-pengantar seperti sikap memuji itu pada saat kita butuh tidak ada masalah. Toh, kedua bela pihak saling anggap dekat dan saling suka. Itu lips service dalam konteks politik mencari teman sekaligus melengkapi kepentingan mereka,” tambahnya.

Kata Sukri, sikap saling puji dalam politik diyakini sudah dipahami oleh figur yang kenyang pengalaman. Sebab, politik itu tidak bermain pada wilayah perasaan. Apalagi, parpol belum mengetahui figur mana yang cocok dengan arah kebijakannya.

“Semua figur yang mendaftar di parpol pasti bilang partai ini baik dan yang lainnya dalam hal positif dan itu memang sikap etika politik sejati,” paparnya.

Sukri menambahkan, pertimbangan parpol dalam memberikan usungan masih terkait tingkat elektabilitasnya. Pasalnya, semua partai dimanapun targetnya ingin menang. “Kalau ada figur sejak awal elektabilitasnya bisa diperkirakan (tinggi). Partai akan berebut mengejar orang itu karena tidak ada partai ingin kalah,” tandasnya. (RS)