oleh

Dr Ariella Hana Sinjaya Berbagi Pengalaman di Interfaith Women Leaders 2019

Editor : Ridwan Lallo-Megapolitan-

JAKARTA, RAKYATSULSEL.CO – Salah satu tokoh perempuan, Dr Ariella Hana Sinjaya, S.Pd., M.Div, MH hadir dalam Pasca Lokakarya Interfaith Women Leaders angkatan 2019 di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Hana yang bersama tokoh perempuan lainnya untuk berbagi pengalaman sebagai alumni.

Hana mengatakan bahwa merupakan suatu kesempatan luar biasa dapat mengikuti program serupa di tahun 2018.

“Berada di tengah-tengah para perempuan hebat memperkuat semangat dan tekad saya untuk terus berkarya di tengah tantangan sistem dan budaya patriaki yang merendahkan harkat perempuan,” ujar Hana.

Hana juga menyampaikan bahwa program tersebut memberikan banyak inspirasi dan meningkatkan kreatifitasnya dalam upaya peningkatan kapasitas perempuan. Sebagai bagian dari program tersebut, Hana telah mengimplementasikan proyek analisa kebutuhan yang digunakan sebagai dasar untuk menciptakan program peningkatan kapasitas perempuan.

Sebagai informasi, program Interfaith Women Leaders ini seluruhnya didanai oleh pemerintah Australia sebagai Award Scholarship Program untuk mempertemukan para tokoh perempuan Indonesia dengan tokoh perempuan Australia guna mempromosikan dan mendukung multikulturalisme dan pluralisme serta memahami bagaimana Australia mendorong perspektif toleran dalam ragam komunitas multi-agama.

Partisipan juga berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan badan-badan Pemerintah Australia, serta organisasi multi-agama, termasuk perempuan dari Pusat Hak AsasiManusia Perempuan Muslim Australia, Asosiasi Perempuan Pemerintah Lokal Australia, pemimpin senior perempuan dari Universitas Deakin dan Ketua Komisi Multikultural Victoria.

Pengalaman tersebut diharapkan untuk memberdayakan perempuan Indonesia agar menjadi peran kunci dalam meningkatkan pembangunan ekonomi, sosial dan budaya dalam organisasi dan masyarakat luas, serta membangun jaringan global untuk generasi pemimpin perempuan masa depan.

Di akhir sharing-nya Hana mengajak sesama tokoh perempuan tersebut untuk tetap semangat dan terus berkarya, serta mengupayakan damai dan kesatuan untuk hidup bersama dalam harmoni di rumah besar NKRI yang dilandasi Pancasila dan UUD 45 sertai dinaungi Bhineka Tunggal Ika.

Lokakarya tersebut difasilitasi oleh Dr. Rebecca Brown dan Anne Marie dari Deakin University, dan juga dihadiri oleh nara sumber Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, M.A. yang adalah seorang aktivis perempuan, peneliti, konselor, dan penulis di bidang keagamaan di Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ) dan Sekretaris Jendral ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace). (*)