oleh

None-Fadli Bisa Jadi Paket Kuat

Editor : Iskanto-Pilkada, Pilwalkot Makassar-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Komunikasi politik antara Irman Yasin Limpo alias None dengan Dokter Fadli Ananda, sudah terjalin Peluang keduanya untuk berpaket di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar makin terbuka lebar.
Peneliti Konsultasi Celebes Research Center (CRC), Saiful Bahri, mengatakan, komunikasi politik adalah salah satu bagian mendasar bagi kandidat yang ingin maju sebagai kepala daerah. Tapi pada dasarnya, komunikasi tersebut sebagai bentuk penyamaan visi dan program.

“Kalau sudah ada kesamaan, tinggal ditindaklanjuti apakah akan berpasangan atau tidak,” kata Saiful, belum lama ini.

Iapun mengakui kekuatan jaringan dan kompetensi yang dimiliki None. Selain banyak pengalaman di pemerintahan, None pernah ikut bertarung sebagai kandidat Wali Kota Makassar 2013 lalu. Dari sembilan pasangan calon, None mampu berada di peringkat kedua.
“Potensi None untuk berkontestasi di Kota Makassar, saya cukup besar dan mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Sedangkan Dokter Fadli adalah pengusaha di bidang kesehatan, sehingga pastinya None punya pertimbangan khusus jika intens berkomunikasi denganDokter Fadli,” terangnya

Ia mengungkapkan, bukan hanya None dan Dokter Fadli, komunikasi politik antar kandidat juga dilakukan oleh yang lain. “Siapa pun bisa lakukan komunikasi, bisa saja bulan ini bersama Dokter Fadli, bulan depan dengan kandidat lain. Jadi komunikasi politik pencalonan bisa saja seperti itu,” jelasnya.

Dalam menentukan pasangan, lanjutnya, setiap kandidat memiliki cara main tersendiri. Biasanya, ada pula campur tangan parpol. “Dan biasanya orang parpol itu mengambil pasangan dengan kader partai lain, maupun mengambil birokrat atau pengusaha,” lanjutnya.

Saiful menuturkan, tanda-tanda kandidat berpasangan biasanya memang lebih intens melakukan komunikasi. Tapi, ada juga kandiat yang tidak terlalu banyak melakukan komunikasi politik, tapi kemudian berpaket.

“Orang yang serius berpasangan, tandanya lebih banyak melakukan komunikasi. Persoalan poin yang dihasilkan, kita tidak tau kecuali dia sampaikan saat deklarasi,” imbuhnya. (**)