oleh

Ketua PAN Makassar dan Ulama Dampingi Iqbal Djalil Kembalikan Formulir di PKS

Editor : Ridwan Lallo-Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO- Ketua PAN Makassar Hamzah Hamid turut mendampingi Muhammad Iqbal Djalil mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon wali kota Makassar di Sekretariat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Makassar, Jalan Abdullah Dg Sirua, Rabu (9/10/2019).

Selain Hamzah Hamid, turut hadir pula mantan legislator DPRD Makassar, yakni Shinta Masita Molina dan Jufri Pabe. Iqbal Djalil juga diantar sejumlah ulama dan tokoh organisasi kemasyarakatan.

Tampak pula hadir ibunda Iqbal Djalil, Khaeriah Abdul Jabbar. Ustaz Ije-sapaan akrab Iqbal Djalil-ini tiba di kantor PKS kota Makassar sekitar pukul 09.00 Wita.

Hamzah Hamid mengatakan, dirinya hadir menemani Ustadz Ije mengembalikan formulir ke PKS merupakan bentuk dukungannya pada Ketua Yayasan Buqatun Mubarakah yang memiliki ikhtiar maju di Pilwalkot Makassar.

“Ini merupakan bentuk dukungan saya kepada saudara sekaligus sahabat di DPRD Kota Makassar selama kurang lebih 10 tahun,” kata Hamzah Hamid.

Sementara itu, Iqbal Djalil menegaskan dirinya telah mantap untuk melangkah maju di Pilwalkot Makassar 2020. Dia berharap agar PKS dapat menjadibagian penting dari dirinya untuk ikut kontestasi politik.

“Saya adalah kader PKS, duduk dua periode di DPRD Makassar dari PKS dan berharap mendapat dukungan penuh dari PKS untuk maju di kontestasi Pilwalkot Makassar,” ungkap mantan Sekretaris Fraksi PKS di DPRD Makassar ini.

Iqbal Djalil menuturkan, dirinya memajukan pengembalian formulir, dari semula rencananya dilakukan tanggal 12 Oktober 2019.

“Tanggal 9, jam 09.00 kaminpilih, karena di tim kami, ada namanya tim 9, kemudian ada tim Asmaul Husna 99, mudah-mudahan ini membawa keberkahan,” jelasnya.

Terpisah, Ketua DPD II PKS Makassar Anwar Farouq menyatakan pihaknya akan segera melakukan survei terhadap bakal calon wali kota Makassar.

“Rencananya survei akan digelar pada 14 Oktober sampai 14 November 2019 mendatang. Kemudian akan dilanjutkan dengan uji kelayakan dan kepatutan calon pada 1 – 7 Desember 2019,” pungkasnya. (*)