oleh

Hilang Kontak di Lompobattang, Delapan Pendaki Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Editor : Sofyan Basri-Bantaeng, HL-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Sejumlah mahasiswa pecinta alam yang sempat mengalami hilang kontak di Gunung Lompobattang telah ditemukan tidak jauh dari titik koordinat terakhir yang diinformasikan yakni LS :05°20’32-BT 119°55’58.

Koordinator Lapangan (Korlap) Basarnas Bantaeng, Dahlan mengaku jika ada delapan mahasiswa yang dievakuasi. Menurutnya, kondisi seluruhnya dalam keadaan baik. “Iya sudah ditemukan, semua baik, sudah diperiksa sam tim medis dan telah diberi vitamin,” kata Dahlan.

Ia menjelaskan bahwa delapan mahasiswa itu ditemukan sekitar pukul 15.30 wita pada hari Selasa 8 Oktober. “Karena ditemukan sore dan tidak memungkinkan untuk dilakukan evakuasi pada malam hari maka diputuskan camp di post 9,” jelasnya.

Pada hari kedua, kata Dahlan, sekitar pukul 10.00 wita baru kembali dilakukan perjalanan menuju posko utama di Parangbintolo,Malakaji. “Tim bersama korban sampai di Parangbintolo itu sekitar pukul 14.40 wita,” ungkapnya.

Adapun tim yang tergabung dalam evakuasi korban antara lain Basarnas Bantaeng, SAR UNM, KPA Takambassi, KSR Butta Toa, PMR MA Muhammadiyah Bantaeng, KPA Karang Tuang, KPA Laninring, Madipala FIP UNM, Forum Pemerhati Lompobattang Malakaji.

“Seluruh tim dari berbagai gabungan lembaga itu jumlahnya 23 orang,” pungkasnya.

Diketahui, delapan mahasiswa yang melakukan lintas Gunung Bawakaraeng-Gunung Lompobattang atas nama Sofian Mansyur, Ardiwirabuana, Nilam Rizky Marwah, Andian Ardiansyah, Aditya, Fadli, Ani, Dini Ardaningsih dilaporkan mengalami gejalan hipotermia dan kehabisan air pada Senin, (8/10). (*)