oleh

Tagline “Arah Baru” SAdAP Disulap Jadi “Harapan Baru”

Editor : Ridwan Lallo-Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Bakal calon Wali Kota Makassar, Syarifuddin Dg Punna mengganti tagline-nya dari “Arah Baru” ke “Harapan Baru”.

SAdAP–sapaan akrab Syarifuddin Dg Punna, mengaku perubahan tagline itu atas inisiasi Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS).

“Ini bagian dari ide beliau (RMS). Dia usulkan agar arah baru diubah menjadi harapan baru,” terang SAdAP via selular, Kamis (19/9).

Ia menuturkan, perubahan tagline ini punya histori politik bagi RMS. Menurut SAdAP, tagline itu yang mengiringi kesuksesan RMS memimpin Sidrap dua periode. “Beliau pake tagline ini di Sidrap. Dia sukses memimpin dua periode,” ujarnya.

RMS menjadi tokoh fenomenal di eranya setelah terpilih menjadi Bupati Sidrap di usia yang sangat belia. Kemenangannya juga dianggap sebagai terobosan politik yang tak biasa. Ia sukses memenangi pilkada, meski tak punya akar politik yang kuat. RMS bahkan dianggap sebagai “penyihir” politik di Sidrap kala itu. Ia memimpin dua periode.

Karena dorongan itu kata SAdAP, ia akhirnya memutuskan untuk menerima usulan RMS. Dan mengganti arah baru menjadi harapan baru. Harapannya, agar ia bisa mengikuti jejak RMS.

“Karena masyarakat Makassar rindu akan perubahan. Mereka menginginkan ada kandidat baru yang bisa memberi harapan untuk perbaikan. RMS bilang ke saya, Pak SAdAP harus lahir menjadi kandidat baru yang benar-benar bisa memberikan harapan kepada masyarakat Makassar,” ungkap SAdAP.

SAdAP dan RMS bertemu di Hotel Borobudur akhir pekan kemarin. Pertemuan ini berlangsung sehari setelah Sadap mengembalikan formulir calon wali kota Makassar di PDIP.

Pertemuan dengan RMS bagian dari gerilya SAdAP menuju Pilkada 2020. Pertemuanitu juga dinilai Sadap penting bagi langkah politiknya ke depan.

“Beliau beri sinyal. Ya kita tunggu saja, kan waktunya masih cukup panjang. Yang jelas beliau care pada saya,” tutur SAdAP.

Lebih lanjut SAdAP memaparkan makna dari arah baru menuju harapan baru bahwa arah adalah petunjuk.

“Nah secara filosofis manusia dalam kesehariannya memiliki tujuan, dan tentu tujuan itu harus sesuai arah atau petunjuk, sebagaimana dalam ajaran agama manapun manusia di perintahkan untuk melaksanakan apa yang menjadi petunjuk dalam kitab suci sebagai arah yang bertujuan memanusiakan manusia, mendekatkan manusia dengan tuhan dan juga menyatukan manusia dengan alam sekitarnya,” terangnya.

Dia melanjutkan bahwa kehadiran dirinya dalam kontestasi politik di Kota Makassar, tentu tidak terlepas dari filosofi manusia sebagai mahluk yang derajatnya tertinggi dibanding mahluk lainnya.

“Penting untuk kita menentukan arah dan tujuan dalam berdinamika. Oleh sebab itu arah baru menuju harapan baru bukanlah sebuah keniscayaan melainkan bagian dari usaha manusia (Khalifah) untuk mau berbenah dan berubah. Saya menggunakan tagline “Harapan Baru” tentu melalui berbagai pertimbangan, sebab setelah saya pikir secara kontekstual, harapan baru memiliki arti yang sangat luas di karenakan harapan baru itu lahir dari kegelisahan, keinginan masyarakat akan hadirnya perubahan,” tuturnya.

“Arah baru menuju harapan baru saya kombinasikan untuk menyatukan antara arah dan harapan untuk sebuah perubahan dengan hadirnya pemimpin baru untuk Makassar 2020 nantinya,” pungkas SAdAP. (*)