oleh

Pasar Patikarya Bontosikuyu di Selayar Rampung Tapi Tak Difungsikan, Fasibility Study Dipertanyakan

Editor : Ridwan Lallo-Hukum-

SELAYAR, RAKYATSULSEL.CO – Sejak rampung Desember 2018 lalu, hingga kini Pasar Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar, belum juga difungsikan.

Padahal proyek APBN 2018 itu menghabiskan anggaran RpRp5,6 miliar yang dikerjakan oleh PT Tanete Jaya Mandiri.

Belum difungsikannya pasar tersebut membuat sejumlah pihak mempertanyakan
Fasibility Study dan Dokumen Amdal. “Jika benar hal tersebut, maka kami menduga bawa pasar yang telah dibangun melalui anggaanAPBN 2018 tersebut belum dimanfaatkan oleh masyarakat karena tanpa adanya uji kelayakan,” ujar Direktur Lembaga Anti Korupsi (Laksus) Ansar, Jumat (13/9/2019).

Ansar menyebut Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Selayar selaku instansi terkait terkesan cuek melihat kondisi pasar tersebut.

“Selain itu, asas maaf dari pekerjaan tersebut sampai saat ini belum bisa dinikmati oleh masyarakat,” jelasnya.

Belum lagi kata Ansar, Pemkab Selayar mengucurkan anggaran untuk pembebasan lahan pasar tersebut yang patut dipertanyakan.

“Jadi, APBN dan APBD sangat mubazir untuk pembangunan pasar itu. Karena sampai hari ini belum dinikmati masyarakat Selayar,” tegasnya. (*)