oleh

Lahir dari Basis NU, Sri Rahmi Sampaikan Rasa Hormat Atas Kepercayaan

Editor : Muhammad Alief, Penulis : Suryadi-Best People, Legislatif-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Menjadi anggota Dewan tentu saja harus mengingat konstituenya. Prinsip inilah yang selalu dipegang oleh politisi perempuan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sri Rahmi, yang kembali terpilih menjadi legislator untuk keempat kalinya, masing-masing dua periode di DPRD Makassar dan dua periode di DPRD Sulsel.

Bunda Rahmi, sapaannya, mengakui dirinya tidak mungkin menduduki jabatan seperti sekarang ini. Jika tak mendapat dukungan dan support dari kalangan mayoritas adalah Nahdliyin.

“Apa yang saya dapatkan sekarang semua tidak terlepas dari peran Ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) dimana tempat saya dididik. Saya bisa seperti sekarang, jadi anggota dewan sebanyak empat periode. Itu tidak terlepas dari peran NU,” kata Sry Rahmi, Jumat (13/9).

Dijelaskannya, sudah dua kali maju sebagai caleg DPRD Provinsi Sulsel, perolehan suaranya juga signifikan. Dimana dari periode ke periode memberikan dampak positif bagi dirinya, karena berkat dukungan dan sumbangsih suara dari masyarakat dan kalangan NU.

“Kalau di periode sebelumnya di Provinsi saya mendapatkan 10.000 lebih suara. Alhamdulillah sekarang 13.280 suara, raihan pribadi. Jadi saya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada masyarakat yang berikan kepercayaannya kepada saya mudah-mudahan suara yang diamanahkan kepada saya ini bisa saya jaga baik-baik,” katanya.

Menurutnya, atas jasa dan didikan di organisasi NU kini dia bisa tau banyak hal. Bahkan memiliki pengalaman luar biasa.

Keterampilan, leadership, kemampuan dirinya untuk memimpin serta rasakan itu adalah di dapatkan dari organisasi NU. Karena orang tua bapak/Ibu serta semua kakeknya memang asli NU.

Organisasi tersebut banyak mengajarkan dirinya tentang pemimpin dan kepemimpinan, untuk itu dia mengaku hingga saat ini masih bergabung dalam organisasi tersebut.

ÔÇťOrang tua saya asli NU, dan waktu seklolah saya di gembleng untuk berproses di NU, serta darah NU selalu mengalir di darah saya,” tuturnya.

Ketua Bappilu DPW PKS Sulsel itu pun mengatakan tidak akan meninggalkan NU kemana pun dirinya berkiprah.

“Insya Allah dimanapun dan kapanpun, saya tidak akan lupakan NU. Darah NU akan terus mengalir dalam diri saya,” pungkas dia.