oleh

Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Visa Berbayar Bagi Jemaah Umrah

Editor : Niar-Berita-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah Arab Saudi resmi menghapus biaya progresif sebesar 2.000 real dan memberlakukan aturan baru berupa pajak negara sebesar 300 real terhadap seluruh jemaah umrah.

Pencabutan tersebut merupakan bagian dari upaya Saudi untuk mewujudkan visi 2030.

Dimana salah satu target dalam visi tersebut yakni jamaah umrah mencapai 30 juta pada 2030 mendatang. Tahun lalu, jumlah jemaah umrah sekitar 8 juta, sehingga tahun depan ditargetkan menembus angka 10 juta.

Owner Ananda Group Travel Haji dan Umrah, Mulyadi Iskandar mengatakan hal tersebut akan berimbas pada kenaikan biaya bagi jemaah.

“Visa profresif hilang tapi semua jemaah umrah kena biaya visa 300 riyal, ini akan berdampak kenaikan biaya umrah tahun ini,” ungkapnya pada Harian Rakyat Sulsel, Rabu (11/9/2019).

Sehingga dengan adanya kebijakan visa berbayar, Mulyadi berharap pelayanan bisa semakin baik.

“Semoga dengan kebijakan visa berbayar pelayanan pemerintah Arab Saudi terhadap jemaah umrah semakin bagus,” imbuhnya.

Disamping itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Repulik Indonesia (AMPHURI) Sulampua, H. Moh Azhar Gazali mengatakan, pihaknya menyambut positif kebijakan tersebut.

“Kita menyambut positif pastinya. Sebab jemaah yang selama ini terkendala untuk berangkat dengan biaya progresif yang cukup besar sekarang sudah bisa merencanakan kembali keberangkatanya ditahun ini,” paparnya.

Menurut Azhar, kedepan akan ada perubahan harga yang disebabkan dengan waktu bersamaan keluar kebijakan saudi yang menaikkan harga visa SAR300 atau sekitar Rp1,5 juta.

“Jadi kedepan biaya umroh kemungkinan akan naik sekitar 7-8 persen,” imbuhnya.

Dengan keputusan ini, Saudi mencabut aturan yang sudah berlaku sejak 2016. Berdasarkan regulasi itu, jemaah yang akan menjalankan ibadah umrah untuk kedua kali atau lebih di tahun sama dikenakan biaya tambahan 2.000 riyal atau setara Rp7,6 juta.

Biaya ini pun berlaku bagi calon jemaah yang mengajukan pembuatan visa umrah, baik yang pertama maupun selanjutnya. (mg01)