oleh

LPG 3 Kg Dinilai Tak Tepat Sasaran

Editor : Sofyan Basri-Sinjai-

SINJAI, RAKYATSULSEL.CO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sinjai secara tegas mengatakan, LPG atau Elpiji 3 Kg yang selama ini terdistribusi di wilayah Kabupaten Sinjai sama sekali tidak mengalami kelangkaan, seandainya penyalurannya tepat sasaran.

Hal itu disampaikan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sinjai dalam menjawab keresahan masyarakat terkait langkanya Gas Elpiji 3 Kg atau biasa disebut tabung gas melon.

“Kalau dikatakan langka itu tidak benar. Bahkan kami kerap melakukan pengecekan langsung ke agen dan pangkalan Elpiji 3 Kg. Hanya saja persoalan yang sering dikeluhkan karena semestinya yang berhak menggunakan gas Elpiji 3 Kg justru masih banyak yang salah sasaran, seperti warung atau rumah makan. Padahal yang berhak semestinya warga kurang mampu,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ramlan, Kamis (29/8).

Terkait tingginya harga gas Elpiji 3 Kg di wilayah Kabupaten Sinjai yang seolah-olah mencekik masyarakat, kata Ramlan memang selalu menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Namun perlu disadari juga bahwa penetapan harga di tingkat pengecer itu selalu dinamis.

Lanjut dia, Pemerintah hanya mengawasi pendistribusian dan harga gas Elpiji 3 Kg sebatas di pangkalan saja dan jika terjadi kelangkaan Elpiji 3 Kg di tingkat pengecer serta harga melebihi batas yang ditentukan, maka hal tersebut bukan lagi kewenangan pihaknya untuk mengawasi.

Meski demikian, pihaknya selalu mengajak agen untuk ikut bersinergi mengawasi distribusi gas hingga sampai di masyarakat yang berhak atau tepat sasaran.

“Kami sudah melakukan rapat dengan agen, intinya tidak mendistribusikan atau menjual tabung gas Elpiji 3 Kg langsung ke pengecer, pangkalan dilarang keras mengecer keliling dan dilarang keras menyalahgunakan isi tabung gas Elpiji 3 Kg bersubsidi. Konsekuensinya jika ada pangkalan yang menjual diatas harga eceran tertinggi (HET) kita cabut izin usahanya,” tegas Ramlan.

Diketahui, kuota Elpiji 3 Kg yang didistribusikan setiap harinya ke Kabupaten Sinjai sebanyak 5.600 tabung. (*)