oleh

Harga Garam Anjlok, Petani Merugi

Editor : Sofyan Basri, Penulis : Ady-Takalar-

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Ratusan petani garam lokal di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, kini pusing.

Pasalnya, ketika musim panen tiba, harga jual garam justru sedang dibawa normal. Jika sebelumnya Rp.100.000 per karung, kini menjadi Rp30.000 per karung dengan isi setiap karung sebanyak 60 liter.

“Dibandingkan tahun lalu Pak, harga garam kami mencapai Rp.100.000 setiap karung, begitupun tahun sebelumnya masih diharga Rp.100.000 perkarung,” kata salah petani garam, Marwan Daeng Marra.

Menurutnya, untuk bisa meraup untung, harga garam harus minimal bertahan pada kisaran Rp.100.000 setiap karung. “Jujur saja, kami rufi pada musim panen tahun ini,” katanya.

Sementara petani lain, Baso Daeng Sau (50) hanya mengaku bisa pasrah. Ia berharap Pemda Takalar mencarikan solusi agar garam bisa dibeli dengan harga tinggi.

Ia mengaku ada ratusan petani garam dengan lahan seluas ratusan hektare di desanya juga mengalami nasib serupa. Menurutnya, para petani tidak mengetahui secara persis penyebab harga garam anjlok.

“Harga garam anjlok tahun ini, dua tahun yang lalu alhamdulillah garam per karung isi 60 liter ini masih tembus Rp.100.000 per karungnya,” katanya. (*)