oleh

Hasene Bersama Kafalah Indonesia dan ICATT Maros Salurkan 20 Ekor Sapi Kurban

Editor : Sofyan Basri-Maros-

MAROS, RAKYATSULSEL.CO – Hasene Internasional bekerjsama dengan Kafalah Indonesia dan Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Maros mendistribusikan 20 sapi kurban. Kegiatan tersebut dipusatkan di Cabella, Kelurahan Boribellayya, Kecamatan Turikale, Maros.

Pendistribusian sapi kurban itu diberikan kepada sejumlah pesantren yakni Darus Sa’adah Was Surur Tangkuru, DDI Hasanuddin Mandai, Yayasan Mabbulo Sibatang Samata, Ponpes NU, Yayasan Baital Faizin Lempangan, Ponpes Wahdaniyatillah Dulang Tanralili, dan Darul Ulum Ammessang.

Selain itu, diberikan juga kepada Pondok Tahfiz Al-Amin Barandasi, Panti Asuhan Rabbani Qur’ani Moncoloe, Pesantren Almadinah Bonto Kapetta, Ainun Syams Pakkasalo, Ponpes Alwasi’ Bontoa, dan Pesantren Al-Mubarak Borikamese.

Terkait hal itu, Direktur Kafalah Indonesia, DR. Muqni Affan Abdullah mengatakan Hasene adalah lembaga kemanusiaan internasional yang bermarkas di Jerman.

Ia mengatakan NGO tersebut memiliki perwakilan pada 19 negara di dunia. Selama ini, kata dia, mereka mendapat dan mengumpulkan sumbangan dari umat muslim di Eropa, Amerika, dan Australia.

“Hasene sendiri telah menjalankan kegiatan kemanusian dan sosial di Indonesia sejak 2004, diawali ketika membantu korban tsunami di Aceh,” kata Muqni.

Adapun lembaganya, kata dia, merupakan yayasan yang bergerak di bidang sosial, keagamaan dan pendidikan dengan empat prioritas yakni beasiswa yatim, program sosial, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi.

“Adapun dana yang dibagikan, berasal dari sumbangan para donatur, sebagian besar dari komunitas muslim di Eropa yang berpusat di Jerman serta Timur Tengah,” jelasnya.

“Kafalah Indonesia yang beralamat di Lampriet, Banda Aceh, merupakan kantor perwakilan pusat untuk Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua ICATT Maros, Idris Abdulrahman berharap bentuk kerjasama seperti ini dapat terus terjalin untuk membantu saudara muslim yang kekurangan, tertutama pada hari raya idul adha.

“Tentu kita sangat berharap kedepannya kerja sama ini bisa dilanjutkan karena sangat membantu pesantren dan panti asuhan,” kata Idris Abdulrahman.

“Selain itu kerjasama ini juga dapat meningkatkan mutu pendidikan pesantren dengan bantuan fasilitas pondok maupun dalam bentuk beasiswa,” pungkasnya. (*)