oleh

Jelang Idul Adha, Jumlah Hewan Tidak Layak Kurban Meningkat

Editor : Iskanto, Penulis : Armansyah-HL, Kota, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pemeriksaan terhadap hewan kurban baik sapi maupun kambing terus dilakukan oleh pemerintah. Hasilnya, jumlah hewan kurban yang dinyatakan tidak layak disembelih khususnya sapi mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dinas Pertanian dan Peternakan (DP2) Kota Makassar mencatat hingga hari kelima pemeriksaan, tercatat ada 795 ekor sapi yang tidak layak dari total 4098 ekor sapi yang diperiksa. Sedangkan tahun lalu, petugas kesehatan hanya menemukan sekitar 10 persen dari kurang lebih 4000 ekor sapi yang diperiksa tidak layak sembelih.

“Tahun ini memang jumlah populasi hewan kurban yang kita periksa meningkat, makanya temuan kita khususnya sapi yang tidak layak kurban itu juga meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP2 Kota Makassar, Andi Herliyani, Jumat (9/8).

Herliyani menyebutkan kemungkinan jumlah ini akan terus meningkat. Sebab petugas masih akan terus melakukan pemeriksaan hewan kurban hingga 10 Agustus 2019. “Untuk pemeriksaan pasca penyembelihan akan dimulai 11 sampai 13 Agustus 2019 mendatang,” ungkapnya.

Ia mengatakan pemeriksaan pasca penyembelihan dilakukan untuk mengecek kualitas daging hewan kurban yang disembelih. Hal ini juga merujuk pada rentan waktu pemeriksaan dengan penyembelihan yang bisa berdampak pada kesehatan hewan.

“Persoalan yang seringkali ditemukan adalah cacing pita pada hewan ternak, sehingga jika ini ditemukan maka akan dimusnahkan berdasarkan SOP yaitu hanya memusnahkan hatinya saja. Sementara, jika terindikasi terkena penyakit berbahaya maka akan dimusnahkan dengan cara di bakar,” jelasnya.

Meski begitu, Herliyani menjamin bahwa seluruh hewan yang dinyatakan tidak layak kurban hingga saat ini masih tetap aman untuk dikonsumsi. Pasalnya, berdasarkan pemeriksaan sampel darah hingga saat ini belum ditemukan hewan yang terjangkit penyakit serius baik sapi maupun kambing.