oleh

Hakim PN Makassar Dituding Kongkalikong dengan PT Cempaka Nusantara

Editor : Iskanto-Hukum, Kota, Megapolitan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Penasehat hukum pekerja yang menjadi mitra PT Cempaka Nusantara menilai hakim Pengadilan Negeri Makassar kongkalikong dengan tersangka kasus penggelapan dan penipuan masing-masing atas nama Arifuddin dan Masnawir yang merupakan direksi dan bendahara PT Cempaka Nusantara.

Diketahui, Arifuddin dan Masnawir mengajukan gugatan praperadilan terkait penetapan tersangka oleh penyidik Polrestabes Makassar. Perkara ini diadili oleh hakim tunggal Dr Zulkifli SH MH.

Pada amar putusan yang dibacakan, hakim Zulkifli menerima gugatan praperadilan dan menyatakan kasus ini masuk kategori perkara perdata.

“Hakim memutuskan perkara ini sebagai perdata. Ini ada keganjalan menyangkut hak orang kecil, 200 orang lebih yang sudah jelas unsur pidananya. Putusan ini jelas mengherankan dan kami menduga ada ‘main mata’ atau kongkalikong hakim dengan penggugat,” tutur Takdir.

Diketahui, Direktur dan Bendahara PT Cempaka Nusantara, Masnawir dan Arifuddin yang ditahan di Polrestabes Makassar karena dilaporkan melakukan penggelapan dana proyek melakukan gugatan pra peradilan di PN Makassar.

Atas gugatan pra peradilan itu, PN Makassar dengan hakim tunggal, Zulkifli mengabulkan permohonan praperadilan tersangka dengan nomor perkara 11/pra.per/2019/pn.mks.

Akibatnya, sekira 200 pekerja dan buruh yang menjadi mitra PT Cempaka Nusantara harus gigit jari. Sebab, upah ratusan pekerja yang mencapai Rp3,7 miliar urung dibayarkan.

“Dana termin untuk pembayaran material dari leveransir dan gaji buruh dan tukang melebihi 200 orang telah digelapkan PT Cempaka Nusantara,” kata DR Muh Takdir Kasau SH MH, Kuasa Hukum Pekerja didampingi rekannya, Muh Sirul Haq SH MH, Jumat (9/8/2019).