oleh

Amir Bakriyadi Mangkir dari Panggilan Jaksa

Editor : Iskanto, Penulis : Sugihartono-Bulukumba, Hukum, Kasus Korupsi-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Direktur PT Jonjoro, Amir Bakriyadi mangkir dari panggilan tim penyidik Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Amir Sendiri dijadwalkan untuk diperiksa terkait dugaan suap, Permufakatan Jahat, dan Kongkalikong pada pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bulukumba.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel Salahuddin mengatakan mangkirnya Amir ini karena yang bersangkutan berhalangan hadir. “Kemarin kan kita panggil dia, tapi karena pengacara datang melapor kalau dia berhalangan hadir maka kita jadwalkan ulang,” kata Salahuddin, Kamis (8/8).

Terkait kapan Amir kembali dipanggil, Salahuddin mengatakan hal itu akan dikoordinasikan dengan pengacaranya. “Terkait kapan penjadwalan ulangnya tentu ini akan ada koordinasi antara jaksa peyidik dengan pengacaranya,”terangnya.

Diketahui dugaan Suap dana DAK mulai melebar, PT Jonjoro disebut – sebut ikut bermain dalam kasus itu.

Saat ini pihak kejati kembali menjadwalkan pemanggilan klarifikasi kepada Direktur PT Jonjoro, Amir Bakriyadi.

Dalam kasus ini PT Jonjoro disebut-sebut ikut terlibat dalam dugaan gratifikasi, permufakatan jahat dan Kongkalikong.

Terkait bagaimana peran PT Jonjoro, Salahuddin belum bisa membeberkan materinya. Namun ia memastikan setiap saksi yang dipanggil mengetahui kasus dugaan suap, permufakatan jahat dan kongkalikong dalam pengurusan dana DAK Bulukumba ini

“Kami belum bisa mengungkap materinya, belum saatnya, untuk mengungkap materi nanti kita lihat, kalau ini misalnya naik dipersidangan maka nanti dipersidangan kita liat materinya, yang jelasnya orang yang dipanggil ini tentunya mengetahui permasalahan ini,” tuturnya.