oleh

Polda Sulsel ‘Obok – obok’ Kantor Bupati Jeneponto, Aktivis : Itu Langkah Serius

Editor : Iskanto, Penulis : Jejeth-Hukum, Jeneponto, Kasus Korupsi-

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.CO – Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menggeledah sejumlah ruangan di kantor Bupati Jeneponto, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Selasa (16/7) lalu.

Dikawal dengan Brimob bersenjata lengkap, ruangan yang digeledah Tipikor Polda Sulsel ada 5, yakni ruangan Sekretariat Daerah Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, ruangan Bagian Keuangan Daerah, ruangan Asisten II, ruangan bagian Anggaran Daerah dan Ruangan Bagian Aset Daerah.

Personil yang diturunkan, Tim Tipikor 24 orang, Provost 3 orang dan Brimob 11 orang. Penggeledahan Kantor Bupati terkait Pembangunan 3 Pasar Rakyat. Pasar Lassang-lassang, Pasar Paitana, dan Pasar Pakubulo.

Diketahui, Tipikor Polda Sulsel menangani dugaan kasus korupsi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 3,7 M yang menggunakan dana Dana Alokasi Khusus (DAK). Tipikor menduga ada modus pengaturan pemenang pada kasus ini.

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, penggeledahan tersebut terkait dugaan kasus korupsi di tiga pembangunan pasar di Jeneponto.

“Penyidik Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel melakukan penggeledahan kantor Bupati Jeneponto terkait penyidikan tindak pidana dugaan korupsi Pembangunan 3 Pasar Rakyat di Kabupaten Jeneponto,” katanya.

Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar mengatakan, penggeledahan Tim Tipikor Polda Sulsel di beberapa ruangan lingkup kantor bupati Jeneponto itu hal yang wajar, akan tapi berdampak kepada jajarannya.

“Menurunkan semangat kerja teman-teman, tapi mungkin tugasnya polisi untuk melakukan. Jadi ada dua dampaknya yang pertama dengan adanya penggeledahan anak-anak akan berhati-hati kedepan, itu positifnya. Negatifnya syok anak-anak,” kata mantan Sekda Jeneponto ini, Rabu (17/7) kemarin.

Iksan Iskandar juga mengaku kurang tahu tentang pembangunan pasar ini. Padahal, pasar ini dibangun pada tahun 2017. Dimana dirinya telah menjabat sebagai Bupati.

“Tidak terlalu ingat, apakah bersamaan atau tidak. Tidak kesana pikiranku. Saya ndak terlalu peduli dengan proyek-proyek seperti itu,” kata dia.

Pernyataan Iksan Iskandar memantik reaksi salah satu aktivis dari Parlemen Pemuda Indonesia (PPI), Alim Bahri. Dia memdukung langkah yang dilakukan Tim Tipikor Polda Sulsel.

“Saya mendukung segala bentuk upaya dan langkah serius Polri terkhusus Polda Sulsel dalam hal ini Tim Penyidik Tipidkor yang sedang serius melakukan penyidikan dalam penegakan hukum dan penindakan tindak pidana korupsi dilingkungan pemerintah Kabupaten Jeneponto,” kata dia, Kamis (18/7).

Langkah penggeladahan tersebut menurut dia merupakan bagian dari mekanisme penyidikan yang harus dihormati dan tentu berkeharusan untuk terus diapresiasi dalam rangka terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Saya secara sungguh dan berkeyakinan yang kuat bahwa institusi penegak hukum dalam hal ini Polda Sulsel memiliki keseriusan yang tegas dalam menangani perkara dugaan korupsi di Jeneponto yang sedang berproses,” jelas dia. (*)