oleh

Teman dan Sumberdaya

Editor : Iskanto-HL, Voxpopuli-

MANUSIA memiliki banyak cita-cita dan harapan. Namun terkadang untuk mencapainya kita kekurangan sumberdaya yang dibutuhkan. Dan sumberdaya yang kita butuhkan itu, selalu ada orang lain yang memilikinya.

Salah satu sumberdaya yang paling utama adalah Ilmu. Contoh, Jika kita ingin membangun sebuah bisnis kuliner restauran, tapi kita tidak punya pengalaman dan pengetahuan bagaimana menjalankan sebuah bisnis restauran seperti yang kita bayangkan akan terealisasi.

Di luar sana banyak sekali orang yang sangat ahli dalam bisnis kuliner tetapi tidak punya waktu dan kesempatan untuk membuka dan menjalankan usaha restauran. Sehingga yang harus kita lakukan adalah bagaimana agar orang orang yang berpengalaman dan memiliki keahlian mau membaginya kepada anda.

Sumberdaya lain yang tidak kalah pentingnya adalah modal. Mungkin sebagian dari kita memiliki modal usaha untuk memulai bisnis yang anda ingin jalankan, tetapi nilainya belum tentu mencukupi untuk membiayai usaha untuk beberapa waktu selama penjualan kita belum mampu memberikan nilai keuntungan.

Artinya dalam usaha tersebut kita harus mampu mengalokasikan biaya untuk menutupi kerugian di awal awal usaha. Biaya ini yang kadang sebagian pengusaha pemula tidak memperhitungkan dengan cermat, sehingga kalang kabut ketika kehabisan cash.
Ingat, bisnis banyak yang bangkrut bukan karena penjualannya menurun atau mengalami kerugian, melainkan karena dia tidak mengalokasikan biaya cadangan untuk memback up cashflow dengan baik.

Melalui pertemanan, kita bisa membuka jalan pula untuk mendapatkan modal usaha, yang pertama adalah loan atau pinjaman. Anda bisa mendapatkannya melalui lembaga keuangan yang ada seperti bank atau koperasi. Tapi cara ini akan menuntut adanya barang jaminan.

Dalam agama Islam di sebut sebagai Arrohan. Barang jaminan harus setara dengan nilai yang ingin kita pinjam. Cara yang kedua, adalah Share atau saham. Anda bisa mengajak orang yang memiliki kelebihan dana untuk berinvestasi ke dalam usaha anda.
Minimal ada dua poin yang harus anda mampu jelaskan kepada calon investor anda, jika ingin mengajak mereka gabung ke dalam proyek anda. Pertama anda harus mampu menjelaskan tentang prospek anda ke depan. Bagaimana bisnis ini mampu mencetak profit, yang pada akhirnya menghasilkan uang untuk anda.

Yang kedua, anda harus mampu menjelaskan tentang resiko yang mungkin terjadi dan bagaimana anda mengantisipasi kejadian itu seandainya hal itu benar-benar terjadi. Anda harus mampu menampilkan posisi anda, apa yang anda lakukan, ketika dua hal itu terjadi.

Jadi tantangan terbesarnya bukan terkait siapa orang orang di luar anda, tapi seberapa bagus anda di hadapan orang orang di luar anda.

Satu poin yang harus anda ingat, bahwa manusia selalu bergerak berdasarkan akal dan perasaannya. Selama orang lain mampu memahami apa yang anda maksudkan, serta merasa aman dan nyaman bekerja sama dengan anda, everything is gonna be perfect.
Setiap orang akan mau membagi sumber daya yang dimilikinya dengan anda, karena dia melihat anda adalah masa sekarang dan masa depan. Namun wilayah hati ini adalah wilayah yang rumit untuk ditafsirkan. Seringkali kita hanya mendapatkan beberapa petunjuk tentang bagaimana orang lain bersikap kepada diri kita, namun belum dapat dijadikan tolakukur yang memberikan penilaian yang akurat.

Yang harus selalu kita lakukan adalah, bagaimana selalu memohon pertolongan kepada Tuhan sebagai penguasa tunggal alam semesta yang memberikan ilham kepada manusia dan yang mampu menggerakkan hatinya untuk mencintai anda dan pekerjaan anda.

Anda harus menempatkan Allah swt di awal dari semua urusan urusan anda. Bahwa semua urusan anda, semuanya 100% anda yakini berada dalam kendali Allah dan Dia lah sebaik baik pembuat keputusan. Kita selalu memohon petunjuk-Nya agar berada di jalan yang benar dalam setiap langkah kita, sehingga selalu ada hikmah dari setiap langkah yang membuat kita menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. (*)

Oleh : Rusdi Hidayat Jufri
Ketua Komtap UKM Kadin Sulsel