oleh

Kalem Bau Hadirkan 5 Saksi Dalam Sidang Pra Peradilan

Editor : doelbeckz, Penulis : Cherly-Daerah, Toraja-

TANA TORAJA, RAKYATSULSEL.CO – Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Lembang (Kalem) Bau, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, KL berlanjut ke kasus pra pradilan. Dimana kalem yang mengajukan pra peradilan kepada Kejaksaan Negeri Tana Toraja untuk proses penahanan kalem yang dianggap tidak sesuai prosedur.

Kasus pra peradilan tersebut telah bergulir di Pengadilan Negeri Makale sejak awal pekan ini dan Kamis (11/7/2019) sidang lanjutan pra peradilan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Dimana sebanyak lima saksi yang diajukan kuasa hukum Kalem Bau. Sidang dengan hakim tunggal, Jahoras Siringoringo.

Dimana pemohon hadirkan lima saksi, yakni Jono Sekretaris Lembang Bau, Bendahara Lembang Bau, Trisensia Ketua TPK Jhon Laso’, pendamping desa/lembang Jono, dan Kepala Dusun Yulianus Panamba. Dan didampingi kuasa hukum termohon, Frans Lading Cs.

Sementara, termohon KejariTana Toraja diwakili dua Jaksa Margaretha Harty Paturu dan Parade Hutasoid dengan saksi Camat Bonggakaradeng, Zeth Padaoan dan Hendra dari Inspektorat.

Puluhan masyatakat dari tiga Dusun Ollon, Kendenan, dan Bulung Lembang Bau hadir menyaksikan jalannya sidang.

Di sela-sela sidang lawyer Frans Lading mengatakan, banyak hal yang terungkap dari saksi. “Kami berharap menjadi pertimbangan majelis sebab lokus dari pra peradilan karena ada dugaan proses penetapan tersangka dan penahanan Kalem Bau tidak prosedural dan melanggar hukum acara,” jelasnya.

Dimana yang disangkakan kepada kliennya KL yakni dugaan tindak pidana korupsi pembangunan PLTMH Bulung mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp800 juta. (****)