oleh

Harumkan Nama Daerah, BCA Extreme Raih Empat Podium tanpa Bantuan Pemkab Jeneponto

Editor : Iskanto, Penulis : Jejeth-Jeneponto, Otomotif-

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.CO – Berkah Cahaya Arnol (BCA) Extreme Racing Team telah menurunkan lima kuda besinya untuk berlaga di Event Drag Bike Bupati Cup Kejurda Takalar 2019.

Drag Bike ini dihelat di Sirkuit Parangcalele, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar yang berlangsung, 15 sampai 16 Juni 2019 kemarin.

BCA Extreme menurunkan 3 unit Yamaha Fiz R, 1 unit Yamaha 125 z, dan 1 unit Kawasaki Ninja 150 R. Usaha BCA Extreme menghasilkan empat podium pada lintasan 201 meter.

Empat piala yang diraih BCA Extreme pada event Drag Bike Takalar.

Juara 1 kelas bebek 130 cc 2 Tak Tune Up (Underbone) dengan joki bernama M. Rusli alias Andi Jack. Juara 2 kelas bebek 130 cc 2 Tak Tune Up (Underbone) dengan joki bernama Ary Kecil. Juara 4 kelas bebek 130 cc 2 Tak Tune Up (Underbone) dengan joki bernama Raenal Vahlepi.

Juara 3 kelas bebek 116 cc 2 Tak Standar Lokal Sulsel dengan joki bernama M Rusli alias Andi Jack.

Owner BCA Extreme, Arnol Nur Jebriam Arsyad mengucapkan terima kasih kepada joki atau pembalap, crew tim, dan seluruh sponsor swasta.

“Kami tak sempat menyebut satu persatu. Intinya terima kasi telah turut membantu kami sejauh ini sehingga mampu mengukir prestasi,” kata dia, Selasa, (18/6).

Pemilik Bengkel dan Speed Shop yang terletak di Kelurahan Bontotangga, Kecamatan Tamalatea ini juga menyindir Pemkab Jeneponto yang seolah tidak peduli dengan olah raga balap motor.

“Prestasi seperti ini harusnya menjadi perhatian pemerintah. Kami berharap Pemkab Jeneponto menyediakan arena latihan khusus untuk para pembalap, agar hobinya bisa tersalurkan,” katanya.

Bagi dia, dengan adanya arena latihan, tentu bisa mengurangi balapan liar yang selama ini dianggap ilegal dan kerap mengganggu masyarakat dan pengguna jalan yang lain.

“Sebagai contoh, di kabupaten Pangkep sudah dibuatkan arena khusus untuk balapan. sehingga mampu menarik para pembalap dan tim dari luar daerah untuk datang ke Pangkep. tentunya ini bisa jadi contoh bagi Pemkab Jeneponto,” ujarnya.

Pemuda yang akrab disapa Eno ini juga berharap Pemkab Jeneponto memperhatikan para pembalap dan tim saat mengikuti kejuaraan. Tidak dapat dipungkiri, menurut dia biaya yang harus dikeluarkan setiap tim dalam ikut serta dalam kejuaraan tak sedikit.

“Biaya bikin motor balap saja, biaya puluhan juta dalam 1 unit motor. Belum lagi soal perlengkapan balap, biaya pendaftaran, konsumsi untuk crew tim, sampai transportasi dan akomodasi. Jadi kami sebagai salah satu tim balap yg mewakili kabupaten Jeneponto, sangat butuh bantuan dari Pemkab untuk turut membantu kami dalam berjuang memajukan dan mengharumkan nama baik kabupaten Jeneponto di dunia balap drag bike,” ujar dia.

Sekedar diketahui, BCA Extreme menurunkan 4 pembalap. M. Rusli alias Andi Jack dari Jeneponto, Ary Kecil dari Takalar, Raenal Vahlepi dari Takalar, serta pembalap cantik yang berasal dari Kota Balikpapan, namun telah menetap di kabupaten Takalar, Sukmawati.