oleh

Penegak Hukum Diminta Periksa Puskesmas Bontokassi dan Towata

Editor : doelbeckz-Daerah, Takalar-

Diduga Telah Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Anti Korupsi Sulawesi Selatan (Laskus) mengabarkan beberapa dugaan kerugian negara pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Sulsel untuk tahun 2018 di Kabupaten Takalar.

Salah satunya pada Dinas Kesehatan, khususnya di Puskesmas Bontokassi, Kecamatan Galesong Selatan dan Puskesamas Towata, Kecamatan Polongbangkeng Utara.

Dimana di kedua Puskesmas itu, BPK Sulsel telah menemukan kerugian negara tahun 2018 sebesar Rp700 juta lebih pada penggunaan anggaran langsung pendapatan retribusi pelayanan kesehatan.

Untuk itu, LSM Laskus meminta kepada Bupati Takalar dan penegak hukum di Kabupaten Takalar untuk memeriksa dan memberikan sanksi kepada pimpinan Puskesmas Bontokassi dan Puskesamas Towata.

“Kami meminta kepada bupati dan penegak hukum Takalar agar bisa secepatnya memberikan sanksi kepada instansi terkait dan memproses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di negara ini,” terang Muh Ansar, Ketua LSM Laskus, Rabu (12/6).

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr Nilal Fauziah, menampik informasi temuan BPK Sulsel yang disampaikan LSM Laskus itu.

“Hampir semua masyarakat punya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) jadi pendapatan umum Puskesmas tidak sebanyak itu. Kedua Puskesmas itu, ada semua Surat Pertanggungjawaban (SPJ)-nya dan Puskesmas tersebut bisa mempertanggungjawabkan dari akumulasi beberapa tahun sebelum saya masuk sebagai Kadis Kesehatan Takalar,” bantahnya.

“Kami juga sudah melakukan klarifikasi ke BPK Sulsel dan sudah ditindaklanjuti sampai proses penyelesaian,” tambahnya. (spt)