oleh

NA Dinilai Kurang Bijak, Copot Lutfie Natsir Tanpa Alasan Jelas

Editor : Iskanto, Penulis : Al Amin-HL, Kota, Megapolitan, Pemerintahan-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah telah mencopot Lutfie Natsir dari jabatannya sebagai Kepala Inspektorat Sulsel. Pencopotan terjadi dihari pertama kerja pascalibur lebaran para Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (10/6).

Alasan pencopotan Lutfie Natsir sendiri, karena dianggap berkhianat. Duri dalam daging alias penyebar informasi internal pemprov secara tidak benar.

Pengamat Pemerintahan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Aswar Hasan menilai jika langkah NA yang menonjobkan beberapa pejabat belum mencerminkan pemimpin yang bijak. Menurut Aswar, sebagai gubernur, NA harus terbuka terhadap informasi alias tidak anti kritik.

“Bagaimana ada sinergi antara pendidikan tinggi dan program yang digulirkan oleh Pemprov. Pemprov hendaknya tidak anti kritik melainkan terbuka terhadap informasi dan klarifikasi,” ujar Aswar, Selasa (11/6).

Anggota Komisi Informasi ini juga sedikit menyorot tentang sembilan bulan pemerintahan berjalan namun belum fokus pada pekerjaan serta belum menunjukkan urgensi penanganan masalah.

“Karena birokrasi perangkat dinas belum fokus. Dengan kata lain belum ada konsentrasi. Padahal sudah ada mekanismenya, harus dilakukan secara akuntable dan transparan. Segenap ASN di SKPD tidak perlu kasak kusuk atau tidak perlu terkontaminasi dengan pimpinan,” bebernya.

Mengatasi hal ini, Aswar mengatakan diperlukan adanya pengawasan yang objektif dan proporsional dari dewan. Dengan tidak menunjukkan aspek kekuatan politik tetapi mengontrol jalannya pemerintahan.
“Dibutuhkan dewan karena kita lihat belum kompak. Dualisem mengarah kesana, makanya sekprov memiliki peranan yang sangat strategis,” tutupnya.