oleh

Kepsek SMK 9 Diduga Tak Senonoh kepada 40 Siswanya

Editor : Iskanto, Penulis : Jejeth-Jeneponto, Sekolah-

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.CO – Salah satu oknum Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 9 di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diduga berbuat tak senonoh terhadap siswanya.

Hal itu baru diketahui, setelah beberapa siswa di sekolah tersebut mengadu ke Wali kelasnya.

Para siswa menyebut Kepsek yang berinisial (MS), telah berperilaku tak senonoh. Diduga kerap meraba kemaluan siswa dan sering mempertunjukan film dewasa.

Mirisnya, korbannya adalah siswa laki-laki dan yang diduga pelaku juga adalah jenis kelamin yang sama. Kepsek ini diduga melakukan pada jam istrahat atau siswa dipanggil ke ruangannya.

“Sering juga gambar-gambar yang tak pantas dikirimnya melalui whatshapp,” ungkap beberapa siswa di sekolah itu, RK, AF, MA, dan MS kepada media, Rabu (12/6).

Perilaku ini juga dibeberkan salah satu mantan Wali Kelas, Hastomo Makka yang mengaku telah dipecat di sekolah itu saat menjadi Wali Kelas. Ia juga mengakui memang banyak siswa yang telah mengadu kepadanya.

Bahkan, dengan bukti tanda tangan 40 siswa yang mengaku menjadi korban. Hal ini pun katanya telah melaporkannya ke Dinas Pendidikan Provinsi, namun belum ada tindakan.

“Kami pun menjadi korban pemecatan dua guru honorer saat usai melapor di provinsi. Saya dikeluarkan di sekolah itu, sementara yang SK-kan saya Gubernur,” ungkap pria yang juga pernah jadi guru olahraga di sekolah itu.

Sementara itu, Kepsek SMKN 9 Jeneponto, MS membantah atas tudingan tersebut. Menurutnya, perilaku seperti itu tidak pernah dia lakukan.

“Itu tidak benar, saya tidak pernah melakukan hal senonoh terhadap muridku sendiri. Saya berani disumpah dihadapan Tuhan,” bantahnya.

Menurut dia, memang pernah mendengar isu tersebut. Bahkan perbuatannya itu diposting di akun palsu, tapi itu sudah dihapus. Justru pihaknya itu mendidik anak – anak soal pemahaman agama,seperti mengaji dan ikut pesantren.

Dia juga mengakui (Kepsek) pernah dilaporkan oleh salah seorang guru honorernya. “Saya hanya bersabar menghadapi semua dengan fitnaan – fitnaan itu,” tutup dia.