oleh

Jajaran Pemkab Torut Tinjau Tapal Batas yang Jadi Sengketa

Editor : Iskanto, Penulis : Cherly-Megapolitan, Pemerintahan, Toraja-

TORAJAUTARA, RAKYATSULSEL.CO – Adanya sengketa tapal batas antara lembang Karua kecamatan Balusu dengan Lembang Tondon Langi’ kecamatan Tondon kabupaten Toraja Utara yang kembali mencuat kembali karena akan adanya kegiatan rambu solo (acara adat kematian) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, namun terkendala di perijinan karena dua lembang saling klaim.

Untuk itu jajaran pemkab Toraja Utara, yakni Asisten I Bupati Torut, Semuel Samperompon, didampingi kabag tata pemerintahan Setda Toraja Utara, Mira Bangalino, Kabag Hukum Setda Torut, Neti Pali meninjau langsung lokasi sengketa, Rabu (12/6), dengan menghadirkan kedua lembang bersama camat, serta tokoh masyarakat di dua lembang tersebut, serta melibatkan Polsek setempat.

Menurut kabag tata pemerintahan Setda Torut, Mira Bangalino kepada Raksul usai melakukan peninjauan menjelaskan bahwa mereka meninjauh lokasi sengketa karena ada persuratan yang masuk ke pemkab dari camat Balusu dan kepala lembang Karua terkait sengketa tapal batas.

Lebih lanjut dijelaskan Mira bahwa sengketa awal bermula dari adanya pemasangan gapura batas wilayah yang dipasang oleh lembang Karua yang dilakukan sepihak tanpa koordinasi dengan lembang yang berbatasan sehingga memicu sengekata dan hal ini mencuat karena dalam waktu dekat akan ada kegiatan adat rambu solo, namun keluarga terkendala pada perijinan.

Olehnya itu dalam pertemuan hari ini, disepakati bahwa untuk perijinan dan retribusi akan dialihkan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Torut. Dan dalam waktu dekat akan kedua lembang akan kembali dipertemukan untuk membahas tapal batas tersebut.

“Secepatnya akan dilakukan pertemuan antara kedua lembang tersebut, kita berharap mudah mudahan akan ada kata sepakat mengenai titik batas kedua lembang,” pungkas Mira.

Dalam pertemuan tersebut turut melibatkan Satpol PP dan jajaran Polsek Sa’dan Balusu Polres Tana Toraja.