oleh

Tim Penyidik Kejari Tator Geledah Kantor PML dan Rumah TPK Lembang Bau

Editor : Iskanto, Penulis : Cherly-Hukum, Toraja-

TANATORAJA, RAKYATSULSEL.CO – Setelah kurang lebih 1 tahun Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja melakukan sosialisasi tentang penggunaan dana desa melalui program jaga desa. Setelah itu belum lama ini Kejari Tator berhasil menahan kepala lembang yang diduga terlibat korupsi.

Dan Tim penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Tana Toraja dalam satu hari, geledah dua tempat sekaligus untuk mencari Barang Bukti (BB) berupah dokumen yang terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Listri Tenaga Mikro Hydro yang melibatkan kepala lembang Bau, kecamatan Bonggakaradeng, KL bersama Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK), TRM.

Tim penyidik dari Kejari Tator, Selasa (11/6) dalam sehari geledah kantor dinas Pemberdayaan Masyarakat Lembang (PML) di kawasan perkantoran pemkab Tana Toraja, serta rumah TRM yang merupakan TPK di Tumanete kelurahan Buntu Masake kecamatan Sanggala Tana Toraja yang disaksikan langsung Sekcam Sanggala.

Menurut kasi Intel Kejari Tator, Andi Ardi Arman kepada media di sela-sela penggeledahan mengatakan bahwa pengeledahan tersebut dilakukan untuk menyita barang bukti berupa dokumen yang terkait dengan kasus dugaan korupsi. Dengan penyitaan dokumen tersebut bisa menjadi bahan penyelidikan dalam pengembangan kasus yang mana bisa saja memunculkan tersangka baru dalam kasus ini.

Dari pantauan, beberapa dokumen terkait yang berhasil didapatkan di rumah TRM yakni beberapa SIM card, buku catatan, beberapa kwitansi yang terkait dengan kasus, bahkan tim penyidik menemukan sebuah catatan 2 lembar yang isinya berisikan data diri dari beberapa jaksa di lingkup Kejari Tator, yang aneh dalam catatan tersebut dijelaskan jabatan jaksa dan kasus yang pernah ditangani serta tempat tugas sebelumnya.