oleh

Pilkada Tanpa Petahana

Editor : Iskanto, Suryadi, Penulis : Fahrullah-HL, KPU-Bawaslu, Politik-

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Suksesi Pilkada Serentak 2020 mulai menggema pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 lalu. Pilkada serentak 2020 dijadwalkan pada 12 kabupaten/kota di Sulsel. Antara lain Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Selayar, Toraja Utara, Toraja, Barru, Soppeng, Luwu Utara, Luwu Timur, Maros, Bulukumba dan Pangkep.

Parpol diprediksi akan membuat manuver mengejutkan demi menyongsong Pilkada Serentak 2020 di Sulsel. Tiga daerah tanpa petahana diprediksi bakal alot dalam penentuan dukungan parpol kepada calon kepala daerah, yakni Kabupaten Maros, Bulukumba dan Pangkep.

Di Kabupaten Maros, Golkar memungkinkan mengusung calon kepala daerah tanpa harus koalisi dengan parpol lain. Partai berlambang pohon beringin itu meraih tujuh kursi dan berhak menempati kursi Ketua DPRD Maros. Golkar sukses menyisihkan dominasi PArtai Amanat Nasional (PAN).

Perolehan kursi hasil Pileg 2019, dipastikan bakal mempengaruhi pertarungan Pilkada 2020 di Kabupaten Pangkep. Dua partai politik yakni NasDem dan Golkar sama-sama meraih delapan kursi. Meski demikian, NasDem sedikit diuntungkan dengan suara partai yang lebih banyak ketimbang Golkar.

Dengan raihan delapan kursi, NasDem dan Golkar sudah memenuhi syarat untuk mengusung calon kepala daerah tanpa harus koalisi. Partai politik dapat mengusung Cabup-Cawabup dengan perolehan minimal tujuh kursi di DPRD Pangkep.

Sementara di Bulukumba, PPP dan NasDem memungkinkan kompetitif dalam menapak Pilkada 2020. NasDem tercatat sebagai pemilik suara terbanyak, yakni sebanyak 30.409 suara. Meski demikian, NasDem hanya mampu mendapatkan sebanyak lima kursi wakil rakyat.