oleh

Harap Cemas di Sidang Sofyan Syam, Massa Ramai di PN Pangkep

Editor : Iskanto, Penulis : Atho-Hukum, KPU-Bawaslu, Pangkep-

PANGKEP, RAKYATSULSEL.CO – Sidang kasus pelanggaran pemilu, yang melibatkan Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Sofyan Syam terus berlanjut, di Pengadilan Negeri (PN) Pangkep, hingga hari ini, Kamis (14/03).

Sidang yang sudah bergulir sejak, Senin (11/03) sudah memasuki hari keempat dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa, yang juga merupakan anak Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid tersebut.

Dari pantaun, sejak bergulirnya sidang, sejumlah massa kerap memadati Kantor Pengadilan negeri Pangkep. Baik itu keluarga terdakwa, simpatisan, hingga kader Pemuda Pancasila.

Kuasa Hukum Sofyan Syam, Sulfikar menilai ada kejanggalan kasus dugaan pelanggaran pemilu yang menjerat putra Bupati Pangkep tersebut. Selain itu, Sulfikar juga menyoroti keterangan saksi dari anggota komisioner Bawaslu Pangkep, yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum.

“Saya menilai kejanggalan itu dari apa yang disampaikan, keterangan saksi terakhir dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), laporan ini berawal dari media sosial WhatsApp, Selain barang bukti yang disebut saksi juga ikut hilang, “ujar Sulfikar usai sidang, Rabu (13/03).

Sulfikar berkeyakinan kliennya tidak melakukan pelanggaran pemilu sebagai calon legislatif (caleg), lantaran tidak ditemukannya unsur pelanggaran seperti yang disangkakan.

“Dari beberapa saksi yang diperiksa hari ini, saya tidak menemukan dugaan pelanggaran apa-apa seperti yang di sangkakan kepada klien kami,” tambahnya.

Sidang ini sendiri dipimpin majelis hakim Dwi Hatmodjo, Andi Imran Makkulau, dan Fajar Pramono. Dimana JPU dari Kejaksaan Negeri Pangkep menuntut Sofyan Syam dengan pasal 493 jo pasal 280 ayat 2 huruf f jo pasal 1 angka 35 UU RI nomor 07 tahun 2017 tentang Pemilu dengan nomor register perkara PDM-01/EUH.1/PEMILU/02/2019. (*)