oleh

Visit Makassar dan Visit South Sulawesi Belum Bertaji Datangkan Wisman

Editor : rakyat-admin-Ekonomi & Bisnis-
ilustrasi

RAKYAT SULSEL — Pertumbuhan pariwisata, khususnya arus kunjungan Wisatawan Mancanega (Wisman) ke Sulsel masih sangat minim. Bahkan, Visit Makassar 2011 yang diprogramkan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Visit South Sulawesi 2012, yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dinilai belum memberikan kontribusi signifikan.
Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, Sabtu (2/6), mengatakan, harusnya Pemkot Makassar maupun Pemprov Sulsel harus betul-betul mengawal program tersebut.
“Pencanangan tahun kunjungan itu, akan menarik wisatawan asing Sulsel, utamanya Makassar. Itu bisa kita capai dengan adanya political will dari Pemkot Makassar maupun Pemprov Sulsel, serta seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Sulsel serta masyarakat selaku stakeholder. Sinergi ini jelas akan mencapai kemajuan pariwisata Sulsel harus terus kita tumbuhkan,” jelasnya.
Anggiat mengatakan, pencanangan Visit Makassar 2011 dan Visit South Sulawesi 2012 memang belum berkontribusi besar, akan tetapi paling tidak pelaksanaannya dapat mengangkat citra pariwisata Sulsel ke depan, karena efek sebuah promosi tidak serta-merta bisa dirasakan dalam waktu yang singkat.
“Memang butuh proses dan memakan waktu yang tidak sedikit. Jadi harus digalang bersama-sama semua stakeholder terkait. Dengan adanya dukungan semua pihak, kami sebagai pelaku industri pariwisata, sangat optimis pertumbuhan kunjungan wisatawan asing sebesar 40 persen dapat tercapai,” katanya.
Anggait menjelaskan, sejumlah langkah (promosi wisata) telah dilakukan untuk menarik wisman masuk ke Sulsel. Termasuk melakukan promosi wisata langsung ke luar negeri dan dalam negeri.
“Terakhir Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel bersama PHRI Sulsel dan sejumlah stakeholder melakukan promosi di Bali untuk menyasar wisman yang datang ke Bali, bagaimana agar mereka juga melanjutkan perjalanan wisatanya ke Sulsel yang juga memiliki aneka ragam objek wisata yang tidak kalah menariknya,” ungkap Anggiat.
“Bali merupakan miniatur dunia. Bangsa apapun ada di sana. Bali merupakan lumbung wisatawan mancanegara maupun domestik. Kemampuan Bali mendatangkan wisman sebanyak 2,5 juta per tahun menjadi inspirasi bagi Sulsel untuk berpromosi lebih agresif sekaligus menggandeng Bali sebagai interkoneksi untuk mengarahkan wisman yang numpuk di Bali ke Sulsel dengan menawarkan potensi pariwisata Sulsel yang tidak kalah uniknya dibanding dengan Bali,” tambahnya. (RS10/dul/D)