oleh

Jalinan Asmara di Jembatan Flyover

Editor : rakyat-admin-Berita, HL-

Rawan Kecelakaan, Jadi Favorit Bercengkrama

Suasana di Flyover di malam hari

RAKYAT SULSEL — JEMBATAN Flyover kini tidak hanya dikenak sebagai salah satu solusi pemecah kepadatan kendaraan di Jalan Urip Sumoharjo. Namun, mega proyek yang mulai dikerjakan 2007 itu juga punya sisi lain yang terbilang unik.
Sejak berdirinya proyek yang menelan dana lebih dari Rp50 miliar, jembatan flyover sangat dikenal luas oleh masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel). Khususnya lagi bagi masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya.
Betapa tidak, jembatan layang kebanggaan masyarakat Sulsel itu, setiap sore hingga malam hari, kerap dijadikan ajang bercengkrama dan memadu kasih dua sejoli yang sedang kasmaran. Itu dikarenakan, panorama dari atas jembatan flyover akan sangat indah dipandang mata. Utamanya lagi menjelang sunset tiba.
Sebut saja, Fatma (21) dan Irwan (21) (bukan nama sebenarnya, red). Kedua mahasiswa kesehatan ini mengaku senang berada di jembatan Flyover di sore hari. Mereka mengaku, kerap memarkirkan kendaraannya di sisi jembatan flyover, hanya sekadar menanti sunset, sambil menikmati panorama Kota Makassar dari atas jembatan.
“Pemandangannya indah dan enak dipandang mata,” ujar Fatma yang ditemui Sabtu (2/6) kemarin.
Mahasiswi semester akhirnya ini mengaku, hampir setiap pekan ia bersama teman prianya “nongkrong” di atas jembatan untuk sekadar bercengkrama. “Soalnya banyak orang yang nongkrong dan menikmati pemandangan. Makanya kami juga ikut nongkrong,” ungkapnya.
Hal serupa juga diungkapkan Afandi (27), pegawai di salah satu perusahaan swasta di Makassar. Ia mengaku sangat senang menikmati Kota Makassar bersama teman-temannya dari atas jembatan flyover.
“Apalagi dengan pacar akan sangat romantisdan menjadi tempat yang favorit. Biasanya, kami melihat sunset dari jembatan flyover saja,” terangnya pula.
Hanya saja, para muda-mudi ini tidak terkadang tidak menghiraukan keselamatan mereka saat nongkrong di jembatan flyover. Utamanya pada petang hingga malam hari yang sangat kurang dengan penerangan jalan.
Bukan rahasia lagi, jembatan flyover kerap dijadikan tempat untuk bercengkaram dan memadu kasi. Para muda-mudi tersebut, bercengkarama di sisi jembatan yang sangat rawan kecelakaan.
Sesuai catatan kepolisian, setidaknya lebih dari lima kecelakaan terjadi di jembatan flyover selama tahun 2012. Rata-rata, kecelakaan yang terjadi dengan cara menabrak sisi pembatas jalan.
Bahkan, beberapa bulan setelah peresmian mega proyek itu pada tahun 2010 lalu, terjadi kecelakan tunggal yang menewaskan siswa SMK Kebangsaan Maros bernama Abdul Rahman, (17). Abdul saat itu dibonceng temannya bernama Umar menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter dengan nomor polisi DD 5383 DH. Bahkan, keduanya terjatuh hingga ke bawah jembatan.
“Itu membuktikan, jembatan flyover sangat rawan. Selain karena saran pendukung yang masih kurang seperti pembatas jalan, jembatan tersebut sebaiknya tidak dijadikan tempat untuk nongkrong atau berpacaran,” ujar Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP M Hidayat, yang dihubungi kemarin.
Hidayat mengatakan, jembatan flyover adalah sarana jalan untuk pengendara kendaraan melintas. Fungsi dari jembatan itu harus dimaksimalkan dan seharusnya tidak boleh ada masyarakat yang memarkir kendaraannya di sisi atau badan jalan.
“Bayangkan saja, jika ada yang pacaran dan memarkir kendaraannya di sisi jalan. Otomatis, pengendara yang melaju harus benar-benar memperhatikan jalannya. Jika tidak, akan menyenggol kendaraan yang terparkir di sisi jalan,” tandasnya hidayat lagi.
Apalagi, sambungnya, sarana  pendukung di jembatan itu masih sangat kurang. ” Untuk diketahui, penganggaran yang dilakukan pemerintah agaknya belum memihak kepada sarana keselamatan jalan. Sementara itu, kepatuhan pengguna jalan tidak didukung oleh sarana yang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” ujarnya mantan Kasat PJR Ditlantas Polda Sulsel itu.
Sehingga, katanya lagi, diharapkan masyarakat untuk tidak menjadikan jembatan sebagai tempat nongkrong dan memadu kasih. Pasalnya, selain membahayakan diri sendiri, juga bisa membahayakan orang lain.
Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulsel, Andi Baso Tenri Gowa yang dihubungi mengatakan, pihak kepolisian perlu untuk melakukan penindakan terhadap pengendaran atau masyarakat yang nongkrong di flyover. “Soalnya, mereka juga bisa menjadi sasaran kejahatan. Apalagi, saya dengar kalau banyak juga yang pacaran hingga malam hari di tempat itu,” tandasnya. (herwin bahar)